Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Apotek Hidup dalam Mendukung Upaya Pencegahan Stunting di Desa Dolat Rayat Seva Maya Sari; Mulya Hafiz; Mhd. Daffa Dzakwan Matondang; Suhaila Yumna Pohan; Nurul Aprila
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): September : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i3.3022

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that can impair children's growth and development. Stunting prevention is not only related to health aspects but also requires increased knowledge about nutrition, food utilization, and community involvement in creating an environment that supports children's growth and development. One approach that can be implemented is the utilization of available land through a living pharmacy program, which can also serve as an educational medium for introducing food plants and their health benefits. This activity aimed to provide students with education on plant utilization and to foster environmental awareness as part of efforts to support stunting prevention in Dolat Rayat Village. The activity was conducted at SD 047171 Basam-Tongkoh through several stages, including land preparation, plant preparation, planting, education on the benefits of plants, and student involvement in maintaining the living pharmacy. The plants cultivated included spinach, water spinach, red chili, tomatoes, cucumbers, and carrots. The results showed that the living pharmacy program was successfully implemented and provided students with an educational experience regarding land utilization and the benefits of food plants. The activity also encouraged students to participate in plant maintenance, allowing the program to be developed sustainably. The main obstacle encountered during the implementation was limited land availability, which restricted the number of plants that could be cultivated. The living pharmacy program is expected to serve as an educational and environmental empowerment medium that supports increased knowledge of nutritious food and contributes to stunting prevention efforts in Dolat Rayat Village.
Keadilan Dalam Sanksi Hukum bagi Pelaku Begal di Indonesia: Tinjauan Perspektif Jinayah Muhammad Dana; Alya Balqis; Mulya Hafiz; Indah Ayu Putri Purba; Khairul Azmi; Jihan Nayla Chelsea; Arindi Haska; Hariman Siregar
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5243

Abstract

Kasus kejahatan begal di Indonesia telah menjadi isu serius yang meresahkan masyarakat. Namun, peristiwa di mana korban begal yang melakukan perlawanan justru dijatuhi hukuman pidana menimbulkan kontroversi dan ringannya sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku begal menjadi pertanyaan dimana keadilan dalam sistem hukum nasional. Dalam hukum Islam atau jinayah, keadilan adalah prinsip utama yang menekankan perlindungan terhadap korban dan pencegahan pengulangan kejahatan serupa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keadilan dalam penjatuhan sanksi terhadap korban begal yang melawan dan para pelaku pembegalan yang dapat mengakibatkan kehilangkan nyawa, dengan membandingkan pendekatan hukum positif Indonesia dan perspektif jinayah. Penelitian ini menemukan bahwa sanksi terhadap korban yang melawan sering kali bertentangan dengan prinsip keadilan restoratif dalam jinayah dan para pelaku tidak mendapatkan hukum setimpal yang sangat berbeda dengan jinayah, yang mengutamakan perlindungan hak korban serta efek pencegahan terhadap pelaku kejahatan. Dalam hal ini, perspektif jinayah menekankan keseimbangan antara keadilan bagi korban, efek jera bagi pelaku, dan keamanan masyarakat. Di Indonesia, penerapan perspektif ini masih bersifat normatif dan diselaraskan dengan hukum nasional.