Rifki Afriansyah
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar terhadap Bullying dan Kekerasan Seksual Melalui Edukasi Berbasis Aset Athiyah Laela Safitri; Daniel Fikardo Nur Rohman; Desti Yatimatuz Zahro; Fidela Restu Salma; Isna Nurbaeti; Rifki Afriansyah; Sofa Khusnul Laeli; Uslihatin Najwa; Ulpah Maspupah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ezfmgd81

Abstract

Bullying dan kekerasan seksual merupakan bentuk kekerasan yang dapat mengancam keamanan, perkembangan psikologis, dan kenyamanan belajar anak. Siswa sekolah dasar membutuhkan edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya agar mampu mengenali perilaku yang tidak aman, memahami batasan diri, serta memiliki keberanian untuk merespons dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SD Negeri 1 Mekarwangi dan MI Pasir Peuteuy, Kabupaten Pangandaran, dengan melibatkan siswa kelas IV–VI. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan aset pendidikan yang tersedia, seperti siswa, guru, lingkungan sekolah, serta potensi interaksi sosial sebagai dasar pelaksanaan edukasi preventif. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi sederhana dan komunikatif, pemutaran video edukasi, diskusi, refleksi, serta pembuatan “Pohon Harapan” sebagai media bagi siswa untuk mengungkapkan harapan terhadap lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan partisipasi aktif siswa selama proses penyampaian materi dan refleksi. Siswa diarahkan untuk mengenali bentuk bullying, memahami pentingnya menjaga batasan diri, serta menyampaikan harapan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi preventif yang ramah anak dan dipadukan dengan refleksi partisipatif dapat menjadi strategi yang mudah diterapkan untuk memperkuat kesadaran siswa mengenai bullying dan kekerasan seksual.
Pemanfaatan Aset Bank Sampah Melalui Inovasi Roket Stove di Desa Mekarwangi Atiq Iffatun Azki; Fadilah Ulul Azzmi; Imron Saefudin; Jaka Dimas Prayogo; Mutiara Shanti; Nurlaily Rahma Putri; Rifki Afriansyah; Riska Hanifah Fajriani; Ulpah Maspupah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d0dcev31

Abstract

Pengelolaan sampah pada tingkat masyarakat masih menghadapi tantangan, terutama dalam menangani sampah residu yang memiliki keterbatasan atau tidak memiliki nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 149 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto di Bank Sampah Indah Lestari, Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan bertujuan memperkuat aset bank sampah melalui pengembangan Roket Stove sebagai sarana alternatif dalam menangani residu yang sesuai untuk pembakaran. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan mengidentifikasi aset kelembagaan, sumber daya manusia, dan kebutuhan lokal. Kegiatan meliputi observasi, perencanaan dan desain, pembuatan, uji coba, demonstrasi, dan pengaplikasian. Roket Stove dibuat oleh mahasiswa pada 6 Agustus 2026 menggunakan bata hebel, semen hebel, besi, air, dan bahan pendukung. Alat menerapkan aliran udara primer dan sekunder untuk mendukung pembakaran dua tahap. Hasil uji coba bersama pengelola menunjukkan material residu yang diuji dapat terbakar dengan asap yang relatif minim berdasarkan pengamatan visual. Pengelola memberikan respons positif terhadap inovasi tersebut. Kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan lokal melalui inovasi teknologi tepat guna dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, meskipun pengujian kuantitatif terhadap suhu dan emisi masih diperlukan.