Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA KETERATURAN YANG MENAKJUBKAN KELAS VI Karunia Mukti Sari; Ulpah Maspupah
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching materials are an important part that can affect the process of running a learning. A teacher requires materials or materials that are systematically arranged based on the competencies that students must master so that learning becomes directed at the learning objectivites to be achieved. At this time the curriculum being implemented is Curriculum 13 with a thematic learning approach. Thematic learning is learning that integrates several subjects into one discussion theme. With this integration, it causes difficulties for students in gaining understanding because the material is incomplete so that use of supporting teaching materials is needed to support the learning process. The implementation of this study aims to determine the types of teaching materials used and the use of these types of teaching materials in the thematic learning of the sub-theme of Amazing Order in Class VI. The type od research used in this research is field research which is descriptive qualitative. From the research that has beeb done, the results of the research show that the use of teaching materials in the thematic learning of the sub-theme of Amazing Order in Class VI use thematic books, worksheets, pictures, models, videos, audio, and interactive teaching materials in the form of power point slides. And in its use adjusted to the materials. Thematic books are the main teaching materials, worksheets are for evaluation, while pictures, models, videos, audio and power point slides are used in certain materials only.Keywords: teaching materials, thematic learning
Pembentukan Karakter Mandiri Siswa Melalui Program Full day School Siti Faizaturrohmah; Ulpah Maspupah
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Bina Nagari Banyumas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67421/optimum.v1i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter mandiri siswa kelas rendah melalui program full day school. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program full day school secara konsisten berkontribusi pada pengembangan karakter kemandirian siswa. Internalisasi karakter mandiri di MI Ya Bakii Welahan Wetan Kecamatan Adipala Kabuapaten Cilacap dilakukan melalui penanaman adab sehari-hari dan kegiatan pendukung seperti mengaji, pembelajaran sore, dan outing class. Kegiatan rutin ini secara bertahap membawa perubahan moral pada siswa.
Penguatan Kesadaran Siswa Sekolah Dasar terhadap Bullying dan Kekerasan Seksual Melalui Edukasi Berbasis Aset Athiyah Laela Safitri; Daniel Fikardo Nur Rohman; Desti Yatimatuz Zahro; Fidela Restu Salma; Isna Nurbaeti; Rifki Afriansyah; Sofa Khusnul Laeli; Uslihatin Najwa; Ulpah Maspupah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ezfmgd81

Abstract

Bullying dan kekerasan seksual merupakan bentuk kekerasan yang dapat mengancam keamanan, perkembangan psikologis, dan kenyamanan belajar anak. Siswa sekolah dasar membutuhkan edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya agar mampu mengenali perilaku yang tidak aman, memahami batasan diri, serta memiliki keberanian untuk merespons dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SD Negeri 1 Mekarwangi dan MI Pasir Peuteuy, Kabupaten Pangandaran, dengan melibatkan siswa kelas IV–VI. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan aset pendidikan yang tersedia, seperti siswa, guru, lingkungan sekolah, serta potensi interaksi sosial sebagai dasar pelaksanaan edukasi preventif. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi sederhana dan komunikatif, pemutaran video edukasi, diskusi, refleksi, serta pembuatan “Pohon Harapan” sebagai media bagi siswa untuk mengungkapkan harapan terhadap lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan partisipasi aktif siswa selama proses penyampaian materi dan refleksi. Siswa diarahkan untuk mengenali bentuk bullying, memahami pentingnya menjaga batasan diri, serta menyampaikan harapan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi preventif yang ramah anak dan dipadukan dengan refleksi partisipatif dapat menjadi strategi yang mudah diterapkan untuk memperkuat kesadaran siswa mengenai bullying dan kekerasan seksual.
Pemanfaatan Aset Bank Sampah Melalui Inovasi Roket Stove di Desa Mekarwangi Atiq Iffatun Azki; Fadilah Ulul Azzmi; Imron Saefudin; Jaka Dimas Prayogo; Mutiara Shanti; Nurlaily Rahma Putri; Rifki Afriansyah; Riska Hanifah Fajriani; Ulpah Maspupah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d0dcev31

Abstract

Pengelolaan sampah pada tingkat masyarakat masih menghadapi tantangan, terutama dalam menangani sampah residu yang memiliki keterbatasan atau tidak memiliki nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 149 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto di Bank Sampah Indah Lestari, Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan bertujuan memperkuat aset bank sampah melalui pengembangan Roket Stove sebagai sarana alternatif dalam menangani residu yang sesuai untuk pembakaran. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan mengidentifikasi aset kelembagaan, sumber daya manusia, dan kebutuhan lokal. Kegiatan meliputi observasi, perencanaan dan desain, pembuatan, uji coba, demonstrasi, dan pengaplikasian. Roket Stove dibuat oleh mahasiswa pada 6 Agustus 2026 menggunakan bata hebel, semen hebel, besi, air, dan bahan pendukung. Alat menerapkan aliran udara primer dan sekunder untuk mendukung pembakaran dua tahap. Hasil uji coba bersama pengelola menunjukkan material residu yang diuji dapat terbakar dengan asap yang relatif minim berdasarkan pengamatan visual. Pengelola memberikan respons positif terhadap inovasi tersebut. Kegiatan menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan lokal melalui inovasi teknologi tepat guna dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, meskipun pengujian kuantitatif terhadap suhu dan emisi masih diperlukan.