Bullying dan kekerasan seksual merupakan bentuk kekerasan yang dapat mengancam keamanan, perkembangan psikologis, dan kenyamanan belajar anak. Siswa sekolah dasar membutuhkan edukasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya agar mampu mengenali perilaku yang tidak aman, memahami batasan diri, serta memiliki keberanian untuk merespons dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SD Negeri 1 Mekarwangi dan MI Pasir Peuteuy, Kabupaten Pangandaran, dengan melibatkan siswa kelas IV–VI. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan aset pendidikan yang tersedia, seperti siswa, guru, lingkungan sekolah, serta potensi interaksi sosial sebagai dasar pelaksanaan edukasi preventif. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi sederhana dan komunikatif, pemutaran video edukasi, diskusi, refleksi, serta pembuatan “Pohon Harapan” sebagai media bagi siswa untuk mengungkapkan harapan terhadap lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan partisipasi aktif siswa selama proses penyampaian materi dan refleksi. Siswa diarahkan untuk mengenali bentuk bullying, memahami pentingnya menjaga batasan diri, serta menyampaikan harapan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi preventif yang ramah anak dan dipadukan dengan refleksi partisipatif dapat menjadi strategi yang mudah diterapkan untuk memperkuat kesadaran siswa mengenai bullying dan kekerasan seksual.