Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Partisipatif Pokdarwis dalam Pengembangan Desa Wisata Payung-Payung, Kabupaten Berau Mesy Ardila; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i2.967

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi partisipatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Payung dalam pengembangan Desa Wisata Payung-Payung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata, termasuk perlunya melihat proses komunikasi antara Pokdarwis dan masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengidentifikasi komunikasi partisipatif yang dilakukan Pokdarwis Batu Payung dalam pengembangan Desa Wisata Payung-Payung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Teori yang digunakan adalah Dialogic Theory of Public Relations dari Kent dan Taylor (2002), dengan indikator komunikasi partisipatif dari Tufte dan Mefalopulos (2009) terdiri dari dialogue, voice, liberating pedagogy, dan action-reflection-action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif Pokdarwis Batu Payung telah terpenuhi secara struktural melalui keempat indikator tersebut. Dialogue berlangsung melalui musyawarah, rapat, komunikasi informal, dan media digital. Voice terlihat dari penyampaian aspirasi masyarakat yang sebagian diwujudkan dalam program. Liberating pedagogy berlangsung melalui pelatihan sesuai potensi lokal. Action-reflection-action terlihat melalui evaluasi dan tindak lanjut. Namun, komunikasi belum sepenuhnya inklusif dan merata, ditandai adanya kesenjangan informasi, keterlibatan perempuan dan pemuda yang belum merata, serta belum optimalnya koordinasi antara Pokdarwis dan BUMK yang dipengaruhi oleh ego sektoral antarlembaga. Penelitian selanjutnya, dapat mengkaji pemanfaatan media digital dan keterlibatan pemuda serta perempuan dalam pengambilan keputusan pengembangan desa wisata.