Ziya Ibrizah
Universitas Mulawarman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COVID-19 AND TOURISM: A DESCRIPTIVE STUDY OF THE STRATEGIES OF YOUTH MARINE TOURISM BUSINESS ACTORS ON DERAWAN ISLAND DURING THE COVID-19 PANDEMIC: COVID-19 DAN PARIWISATA: STUDI DEKSRIPTIF STRATEGI PEMUDA PELAKU USAHA WISATA BAHARI PULAU DERAWAN KETIKA PANDEMI COVID-19 Ahmad Hidayah; Hanafi Saputra; Kamilah Dwi Kurniawati; Agung Prajulianto; Ziya Ibrizah; Yuhelna
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.5613

Abstract

This paper aims to analyze the strategies of young entrepreneurs in the marine tourism industry on Derawan Island in facing the challenges of the COVID-19 pandemic. The study employs a qualitative approach using purposive and snowball sampling techniques for informant selection. Data collection was carried out through interviews and field observations. The research applies James C. Scott’s survival strategy theory to analyze the phenomena under investigation. The results of the study indicate that young entrepreneurs in the marine tourism sector on Derawan Island were a vulnerable group during the COVID-19 pandemic. To address these challenges, the young entrepreneurs engaged in several survival strategies, including returning to fishing and adjusting the pricing of tourism packages during the new normal period.
Strategi Komunikasi Pemasaran Fvor.Id Melalui Media Sosial Instagram Alda Ramadhani.M.Ilyas; Ziya Ibrizah; Kezia Arum Sary; Silviana Purwanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yjpjg182

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi pemasaran, khususnya melalui media sosial seperti Instagram yang semakin dominan digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia. Meskipun Instagram banyak dimanfaatkan sebagai sarana promosi, masih terdapat keterbatasan kajian empiris yang membahas bagaimana strategi komunikasi pemasaran dijalankan secara terstruktur dan efektif oleh pelaku usaha fashion skala lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi serta metode komunikasi pemasaran yang diterapkan Fvor.id melalui media sosial Instagram. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fvor.id telah menerapkan empat tahapan perencanaan komunikasi pemasaran di Instagram, yaitu share, optimize, manage, dan engage. Tujuan dari konsep tersebut ialah untuk perencanaan komunikasi pada media sosial untuk mengembangkan strategi yang kuat pada Fvor.id agar tidak tertinggal dan kalah saing oleh kompetitor yang juga mendirikan usaha di bidang fashion dengan menggunakan Instagram.
Akomodasi Komunikasi Outbounders Universitas Mulawarman dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 Ferri Agusriadi; Kezia Arum Sary; Nurliah; Jaka Farih Agustian; Ziya Ibrizah
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 1 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i1.7515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana akomodasi komunikasi dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 bagi outbounders Universitas Mulawarman. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu terdapat akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh outbounders Universitas Mulawarman dalam melakukan penyesuaian diri ketika mengikuti kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3. Melalui penerapan Teori Akomodasi Komunikasi, konvergensi, divergensi, dan akomodasi berlebihan menjadi bagian integral dari dinamika komunikasi dalam kegiatan pertukaran ini. Komunikasi multikultural yang berlangsung selama kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 memungkinkan mahasiswa nya untuk saling memahami perbedaan kebudayaan baik antar mahasiswa dan masyarakat setempat dalam proses penyesuaian komunikasi dan menghargai kehadiran perbedaan budaya. Akomodasi komunikasi dalam kegiatan ini menjadi sangat penting untuk menyesuaikan komunikasi dengan lawan bicara yang berbeda budaya. Melalui penyesuaian, komunikasi dapat berlangsung dengan efektif memungkinan antar pelaku komunikasi untuk meninggalkan konflik kebudayan. Penyesuain komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk menghargai latar belakang kebudayaan lawan bicara.   This study aims to describe and analyze how communication accommodation takes place among Universitas Mulawarman outbounders during the Merdeka Student Exchange 3 program. A qualitative descriptive research method was employed. The findings reveal that Universitas Mulawarman outbounders engaged in communication accommodation to adapt to the new cultural environment during the Merdeka Student Exchange 3 program. By applying the Communication Accommodation Theory, convergence, divergence, and over-accommodation emerged as integral parts of the communication dynamics within this exchange program. The multicultural communication that took place during the Merdeka Student Exchange 3 enabled students to mutually understand cultural differences both among themselves and with local communities, facilitating communication adaptation and fostering appreciation for cultural diversity. Communication accommodation plays a crucial role in this program, fostering effective intercultural communication. By adjusting their communication styles, participants demonstrate respect for cultural diversity and reduce the likelihood of cultural misunderstandings.