Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelatihan life skill dalam mengembangkan kecakapan vokasional peserta didik serta menganalisis dampak pelatihan tersebut di Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan life skill dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, pengorganisasian melalui pembagian tugas kepada pembina dan pihak terkait, pelaksanaan menggunakan metode praktik langsung, sedangkan evaluasi dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan pelatihan dan perkembangan kompetensi peserta didik. Pelatihan life skill memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecakapan vokasional peserta didik yang ditandai dengan berkembangnya hard skills dan soft skills, seperti kemampuan praktik, komunikasi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepercayaan diri. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan motivasi belajar, kesiapan memasuki dunia kerja maupun berwirausaha, serta memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen pendidikan, khususnya dalam penerapan fungsi-fungsi manajemen pelatihan life skill di madrasah sebagai strategi untuk meningkatkan kecakapan vokasional peserta didik dan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja