Yunita Khairunnisa
Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Hamzanwadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEKANISME PEMBENTUKAN KAPASITAS KOLEKTIF MELALUI KELOMPOK KERJA MADRASAH DI LABUHAN HAJI Yunita Khairunnisa; , Hary Murcahyanto; Hartini Haritani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15575

Abstract

ABSTRACT This study addresses the gap between the existence of Madrasah Working Group (KKM) activities and the formation of sustainable collective capacity in madrasahs. It aims to analyze the mechanisms through which collective capacity is formed through KKM in Labuhan Haji. A qualitative approach was employed involving madrasah principals, teachers, the KKM chairperson, and a madrasah supervisor. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using interactive and thematic analysis with source and technique triangulation. The findings indicate that collective capacity is not automatically formed through routine KKM activities, but through four interconnected mechanisms: enabling conditions, practice-based collaboration, reflection and documentation, and transfer and follow-up. Enabling conditions provide space and resources, while practice-based collaboration transforms meetings into processes of problem solving and experience sharing. Reflection and documentation enable professional knowledge to become shared knowledge, while transfer and follow-up sustain its application in madrasahs. In this study, collective capacity refers to the shared ability to generate, share, apply, reflect on, and sustain professional knowledge, distinguishing it from collective teacher efficacy. The findings contribute conceptually to positioning KKM as a sustainably managed professional learning community. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara keberadaan aktivitas Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan terbentuknya kapasitas kolektif yang berkelanjutan di madrasah. Penelitian bertujuan menganalisis mekanisme pembentukan kapasitas kolektif melalui KKM di Labuhan Haji. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan kepala madrasah, guru, ketua KKM, dan pengawas. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan tematik dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kolektif tidak terbentuk secara otomatis melalui rutinitas KKM, tetapi melalui empat mata rantai yang saling berkaitan, yaitu enabling conditions, practice-based collaboration, reflection and documentation, serta transfer and follow-up. Kondisi pendukung menyediakan ruang dan sumber daya, sedangkan kolaborasi berbasis praktik mengubah pertemuan menjadi proses pemecahan masalah dan berbagi pengalaman. Refleksi dan dokumentasi memungkinkan pengetahuan profesional menjadi pengetahuan bersama, sementara transfer dan tindak lanjut memastikan penerapannya berkelanjutan di madrasah. Kapasitas kolektif dalam penelitian ini dimaknai sebagai kemampuan bersama untuk menghasilkan, berbagi, menerapkan, merefleksikan, dan mempertahankan pengetahuan profesional, sehingga berbeda dari collective teacher efficacy. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan KKM sebagai komunitas pembelajaran profesional yang dikelola secara berkelanjutan. Implikasinya, penguatan KKM perlu diarahkan pada agenda berbasis masalah, dokumentasi pengetahuan, dan pemantauan penerapan berkelanjutan.