ZUL AZHAR
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMK MELALUI PEMBINAAN ROHANI DAN KOLABORASI ORANG TUA WELI ARJUNA WIWAHA; KHALID MAKKY; MUHAMMAD MUHLIS; BQ .RAUDATUL JANNAH; ZUL AZHAR
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.15678

Abstract

Vocational high school students need to maintain religious values while participating in off-campus training, whereas their engagement in religious activities is not always optimal. This program aimed to strengthen Islamic Religious Education among students of SMK Abdul Karim Montong Sapah through spiritual mentoring, pre-training spiritual reinforcement, IMTAQ activities, short religious talks, and WhatsApp-based school–parent collaboration. The program used a school-based educational mentoring approach involving needs mapping, implementation of religious activities, strengthened family communication, and evaluation. Data were collected through observation, interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers, students, and parents, as well as documentation, and were analyzed using qualitative descriptive procedures and participation percentages. The results show that the program integrated Qur’an recitation, faith and moral reinforcement, prophetic exemplars, and congregational worship. Specific reinforcement was provided to Grade XI students before off-campus training. Following stronger parent coordination through WhatsApp, active participation increased from approximately 60% to 80%. Key constraints included limited student interest and discipline, schedule conflicts with training, and speaker availability. The program produced a three-layer model consisting of religious habituation, transitional reinforcement before training, and digital school–parent collaboration, offering a practical approach that can be adapted by other vocational schools with similar needs. ABSTRAK Siswa sekolah menengah kejuruan menghadapi kebutuhan untuk mempertahankan nilai agama ketika mengikuti training di luar sekolah, sementara partisipasi dalam kegiatan keagamaan belum selalu optimal. Program ini bertujuan memperkuat Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa SMK Abdul Karim Montong Sapah melalui pembinaan rohani, penguatan rohani pra-training, IMTAQ, kultum, serta kolaborasi sekolah–orang tua berbasis WhatsApp. Pelaksanaan menggunakan pendampingan pendidikan berbasis sekolah dengan tahapan pemetaan kebutuhan, pelaksanaan kegiatan keagamaan, penguatan komunikasi keluarga, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru PAI, siswa, dan wali murid, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan persentase partisipasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penguatan mengintegrasikan materi akidah, akhlak, keteladanan, pembacaan Al-Qur’an, dan ibadah berjamaah. Penguatan khusus diberikan kepada siswa kelas XI sebelum training. Setelah koordinasi dengan orang tua melalui WhatsApp, partisipasi aktif meningkat dari sekitar 60% menjadi 80%. Kendala utama meliputi minat dan kedisiplinan siswa, benturan jadwal training, serta ketersediaan pemateri. Program menghasilkan model tiga lapis berupa pembiasaan religius, penguatan transisional pra-training, dan kolaborasi digital sekolah–orang tua yang berpotensi direplikasi pada sekolah kejuruan dengan karakteristik serupa.
IMPLEMENTASI METODE QIRO’ATY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI KELAS I PONDOK PESANTREN NURUL BAYAN Nurul Muhlisin Asyrafuddin; Muhammad Muhlis; Bq Raudatul Jannah; Zul Azhar; Auha Amalina
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15686

Abstract

Learning to read the Qur’an requires an instructional method that guides students to recite fluently, in tartil, and accurately in applying tajwid and makharij al-huruf. However, studies on the implementation of the Qiro’aty method in Islamic boarding schools remain limited, particularly those linking the learning process with the availability of certified Qiro’aty teachers, consistency of instructional implementation, and student motivation. This study aimed to analyze the implementation of the Qiro’aty method and the development of Qur’anic reading quality among first-year students at Nurul Bayan Islamic Boarding School during the 2023–2024 academic year, while also identifying implementation constraints and optimization efforts. A descriptive qualitative approach was employed, involving 12 purposively selected informants consisting of first-year students, Qiro’aty teachers, and school administrators. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing, while data credibility was strengthened through source triangulation and member checking. The findings indicated development in students’ Qur’anic reading quality, particularly in reading fluency, tajwid accuracy, and the habituation of tartil recitation. These developments were associated with the implementation of classical and individual instruction combined with direct correction of recitation. However, the implementation of Qiro’aty was still constrained by the limited number of certified teachers, inconsistent instructional discipline, and low motivation among some students. The findings indicate that the quality of Qiro’aty implementation is influenced by teacher competence, instructional consistency, and student engagement. Therefore, strengthening teacher training and certification, instructional supervision, and motivational strategies is necessary to support more consistent and sustainable Qur’anic learning. ABSTRAK Pembelajaran membaca Al-Qur’an memerlukan metode yang mampu membimbing santri membaca secara tartil, lancar, serta tepat dalam penerapan tajwid dan makharijul huruf. Namun, kajian mengenai implementasi metode Qiro’aty di pesantren masih terbatas, khususnya yang mengaitkan proses pembelajaran dengan ketersediaan guru bersyahadah, konsistensi pelaksanaan pembelajaran, dan motivasi santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Qiro’aty serta perkembangan kualitas membaca Al-Qur’an pada santri kelas I Pondok Pesantren Nurul Bayan tahun pelajaran 2023–2024, sekaligus mengidentifikasi kendala dan upaya optimalisasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan yang terdiri atas santri kelas I, guru Qiro’aty, dan pihak pengelola pesantren yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kualitas bacaan santri, terutama pada aspek kelancaran, ketepatan tajwid, dan pembiasaan membaca secara tartil. Perkembangan tersebut berkaitan dengan penerapan pembelajaran klasikal dan individual serta koreksi bacaan secara langsung. Namun, implementasi Qiro’aty masih menghadapi keterbatasan guru bersyahadah, ketidakstabilan disiplin pengajaran, dan rendahnya motivasi sebagian santri. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi Qiro’aty dipengaruhi oleh kompetensi guru, konsistensi pembelajaran, dan keterlibatan santri. Oleh karena itu, penguatan pelatihan dan syahadah guru, supervisi pembelajaran, serta strategi motivasional diperlukan untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an yang lebih konsisten dan berkelanjutan.