This Author published in this journals
All Journal JUBIKOPS
Indah Chantika Putri
Universitas PGRI Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA BROKEN HOME DI JORONG KAMPUNG TAJI NAGARI DURIAN TINGGI KABUPATEN PASAMAN Indah Chantika Putri; Rila Rahma Mulyani; Rahmawati Wae
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v6i2.1581

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena perilaku menyimpang pada remaja Broken Home di Jorong Kampung Taji, Nagari Durian Tinggi, Kabupaten Pasaman. Hal ini terlihat dari indikasi perilaku seperti membolos sekolah, menarik diri dari lingkungan, merokok, mengonsumsi alkohol, hingga melakukan tindakan pencurian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku menyimpang remaja Broken Home di Jorong Kampung Taji, Nagari Durian Tinggi, Kabupaten Pasaman, yang difokuskan pada: (1) bentuk penyimpangan primer; dan (2) bentuk penyimpangan sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap 4 orang informan, yang terdiri dari 1 informan kunci dan 3 informan tambahan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penyimpangan primer dimanifestasikan melalui penolakan sekolah akibat hilangnya motivasi dan figur otoritas, penarikan diri dari lingkungan sosial sebagai mekanisme pertahanan diri (defense mechanism), serta kebiasaan merokok sebagai pelarian dari stres emosional; dan (2) penyimpangan sekunder bersifat berulang dan melanggar norma hukum, meliputi konsumsi alkohol bersama kelompok sebaya serta tindakan mencuri akibat motif ekonomi pasca hilangnya dukungan finansial keluarga. Perilaku sekunder yang berulang ini telah memicu pelabelan negatif (labelling) secara terbuka dari masyarakat yang memperkuat identitas penyimpang remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan kepada orang tua maupun keluarga untuk kembali memberikan perhatian emosional, kasih sayang, dan pengawasan yang memadai, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka agar remaja merasa dirangkul dan tidak mencari pelarian ke hal-hal yang merugikan diri sendiri