Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting yang memengaruhi mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rendahnya kepuasan kerja dapat menurunkan kinerja, motivasi kerja, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja perawat adalah pemberian reward dan punishment. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan reward dan punishment dengan kepuasan kerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 171 perawat pelaksana, dengan sampel sebanyak 120 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner reward, punishment, dan Job Satisfaction Survey yang diisi langsung oleh responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rho dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memperoleh reward kategori cukup, punishment kategori baik, dan kepuasan kerja kategori sedang. Terdapat hubungan antara reward dengan kepuasan kerja perawat dengan kekuatan hubungan kuat dan arah positif, serta terdapat hubungan punishment dengan kepuasan kerja perawat dengan kekuatan cukup kuat dan arah positif. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak, semakin baik reward dan punishment yang diberikan, maka semakin tinggi kepuasan kerja perawat. Hasil ini menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem reward serta penerapan punishment yang edukatif untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mutu pelayanan keperawatan.