Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia maupun di Indonesia, dengan hipertensi yang tidak terkontrol sebagai salah satu faktor risiko utamanya. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi serius. Masyarakat pedesaan seperti Desa Kalabentang memiliki keterbatasan akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin dan rendahnya kesadaran memeriksakan tekanan darah secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini hipertensi melalui skrining tekanan darah, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya hipertensi sebagai faktor risiko stroke, serta mengarahkan masyarakat yang berisiko untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kalabentang pada tanggal 22 Agustus 2026 dan diikuti oleh 50 peserta usia dewasa dan lansia. Metode pelaksanaan meliputi pendaftaran dan pendataan peserta, skrining tekanan darah menggunakan tensimeter digital, penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan pencegahan stroke, sesi diskusi dan tanya jawab, rujukan bagi peserta berisiko ke Puskesmas, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 50 peserta, 80% memiliki tekanan darah di atas normal, dengan 52% di antaranya berada pada kategori hipertensi derajat 1 dan derajat 2. Sebanyak 76,9% peserta dengan hipertensi dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan, sedangkan sisanya diberikan edukasi pemantauan mandiri. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan proporsi peserta berpengetahuan baik dari 26% pada pre-test menjadi 78% pada post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kalabentang untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan stroke.