Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH AKTIFITAS PENDIDIKAN DAN PEMUKIMAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN AMPERA KOTA PONTIANAK Pratama, Dicky Adi; Erwan, Komala; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.027 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29170

Abstract

Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat yang memiliki tingkat penduduk yang cukup tinggi, sehingga memliki tingkat pendidikan dan pemukiman yang berbasis ditepi jalan sehingga mempengaruhi arus lalu lintas di jalan tersebut. Jalan Ampera merupakan salah satu jalan di kota Pontianak yang memiliki aktifitas pendidikan dan pemukiman yang berbasis ditepi jalan. Jam sibuk merupakan acuan dasar padatnya ruas jalan tersebut yang menyebabkan tundaan kendaraan yang melalui jalan Ampera. Hal inilah yang memacu untuk dilakukannya penelitian terhadap kinerja ruas jalan Ampera akibat pengaruh aktifitas pendidikan dan pemukiman.Penelitian dilakukan pada hari senin jumat sebagai acuan hari kerja dan hari minggu sebagai acuan hari libur, pengambilan data dilakukan pada jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore. Adapun data yang diambil adalah volume lalu lintas, hambatan samping, geometrik jalan, serta Bangkitan dan Tarikan akibat pendidikan dan pemukiman yang terbagi atas 3 segmen. Setelah data diambil data diubah dalam satuan mobil penumpang untuk dianalisis seberapa besar hambatan samping, kinerja dan tingkat pelayanan jalan pada jalan Ampera akibat pengaruh aktifitas pendidikan dan pemukiman. Data dianalisis untuk tahun 2017 dan 5 tahun yang akan datang (tahun 2022). Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997.Dari hasil analisis data didapat derajat kejenuhan untuk masing – masing segmen memiliki ds = 0,4 untuk tahun 2017. Dari hasil tersebut disimpulkan Jalan Ampera pada tahun 2017 belum memerlukan pembenahan berupa pelebaran jalan. Pada tahun 2022 derajat kejenuhan dijalan Ampera adalah 0,4 untuk segmen 1 dan 2 serta 0,5 untuk segmen 3, meningkat dari 5 tahun sebelumnya (2017) . Kata Kunci : Jalan Ampera, Kinerja Jalan, Bangkitan dan Tarikan, Aktifitas Pendidikan, Aktifitas Pemukiman
Eksplorasi Pengaruh Dukungan Sosial dan Kontrol Diri terhadap Nomophobia pada Mahasiswa Pratama, Dicky Adi; Permata Ashfi, Raihana
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v17.i1.33

Abstract

Nomophobia, a modern psychological issue characterized by fear or anxiety when unable to access mobile phones, has become increasingly prevalent among university students. This study aims to examine the relationship between social support and self-control with nomophobia among undergraduate students. The research employed a quantitative correlational design with incidental sampling, involving 150 undergraduate students enrolled between 2021 and 2024. Data were collected through online questionnaires using three measurement scales, the Nomophobia Scale, the Social Support Scale, and the Self-Control Scale. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the overall model was significant (p = 0.00), indicating that social support and self-control jointly influence nomophobia. However, social support was not a significant predictor of nomophobia (t = 1.074; p = 0.285), whereas self-control demonstrated a significant negative relationship with nomophobia (t = −3.965; p = 0.000). In terms of effective contribution, self-control accounted for 9.5% of the variance in nomophobia, and social support contributed only 0.6%. In conclusion, the findings suggest that students with higher self-control tend to experience lower levels of nomophobia. These results imply the importance of developing self-regulation skills in educational settings to mitigate the risks associated with excessive mobile phone dependence.