Blessynki Barbara Tiara Simamora
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Guru Agama sebagai Teladan Inklusivitas Toleransi Antarumat Beragama Berbasis Asta Cita Indonesia Carissa Junietta Liman; Raja Oloan Tumanggor; Cindy Tan; Blessynki Barbara Tiara Simamora; Dominique Mysie Taroreh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.2060

Abstract

Keberagaman agama di Indonesia menuntut sekolah menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi, dan guru agama berada pada posisi strategis sebagai figur teladan bagi siswa. Namun, penelitian tentang keteladanan guru agama umumnya masih berfokus pada konteks sekolah dengan siswa berlatar agama tunggal, sehingga peran guru di sekolah multiagama dan kaitannya dengan kerangka kebijakan nasional belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran guru agama sebagai teladan inklusivitas dalam penguatan toleransi antarumat beragama di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng berdasarkan poin kedelapan Asta Cita Indonesia. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur secara daring terhadap tiga guru agama (Buddha, Katolik, dan Kristen Protestan) yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2006) berbantuan NVivo. Hasil analisis menghasilkan 12 kode yang dikelompokkan menjadi empat tema: inklusivitas dimaknai sebagai penerimaan dan penghormatan terhadap keberagaman; guru menjadi teladan melalui konsistensi perilaku dan keluasan wawasan; toleransi didukung lingkungan sekolah dan diwujudkan melalui praktik lintas agama; serta tantangan dalam menumbuhkan toleransi yang sebagian besar berasal dari luar kelas. Para guru belum mengenal Asta Cita sebagai kerangka kebijakan, meskipun nilai toleransinya tercermin dalam praktik sekolah. Temuan ini memberikan gambaran empiris tentang bagaimana keteladanan guru berperan dalam konteks sekolah multiagama, sekaligus menjadi masukan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang penguatan toleransi berbasis Asta Cita. Temuan ini bersumber dari persepsi tiga guru sehingga perlu dilengkapi data dari siswa dan observasi.