Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikoedukasi Berbasis Self-Monitoring untuk Mengurangi Perilaku Phubbing pada Siswa/i SMA Ekayana Dharma Budhi Bhakti Blessynki Barbara Tiara; Carissa Junietta Liman; Cindy Tan; Dominique Mysie Taroreh; Yohanes Budiarto
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.1035

Abstract

Phubbing behavior among adolescents has increased alongside growing smartphone use in daily life. Adolescents are particularly vulnerable to social interaction disruptions caused by this behavior, especially in school settings that demand active engagement and effective interpersonal communication. This study aimed to analyze the effectiveness of self-monitoring-based psychoeducation in reducing phubbing behavior among 10th-grade students at SMA Ekayana Dharma Budhi Bhakti. A quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was applied to 25 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Generic Scale of Phubbing (GSP) and Snyder's Self-Monitoring Scale, then analyzed using a Paired Sample T-Test in SPSS. Results indicated a significant improvement in students' self-monitoring ability (p = 0.030), with mean scores increasing from 27.88 to 30.20. Phubbing behavior decreased from 34.20 to 30.76, though not statistically significant (p = 0.053). Self-monitoring-based psychoeducation effectively enhances self-awareness and shows strong potential in reducing adolescent phubbing behavior.
Guru Agama sebagai Teladan Inklusivitas Toleransi Antarumat Beragama Berbasis Asta Cita Indonesia Carissa Junietta Liman; Raja Oloan Tumanggor; Cindy Tan; Blessynki Barbara Tiara Simamora; Dominique Mysie Taroreh
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.2060

Abstract

Keberagaman agama di Indonesia menuntut sekolah menjadi ruang yang menumbuhkan toleransi, dan guru agama berada pada posisi strategis sebagai figur teladan bagi siswa. Namun, penelitian tentang keteladanan guru agama umumnya masih berfokus pada konteks sekolah dengan siswa berlatar agama tunggal, sehingga peran guru di sekolah multiagama dan kaitannya dengan kerangka kebijakan nasional belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran guru agama sebagai teladan inklusivitas dalam penguatan toleransi antarumat beragama di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng berdasarkan poin kedelapan Asta Cita Indonesia. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur secara daring terhadap tiga guru agama (Buddha, Katolik, dan Kristen Protestan) yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2006) berbantuan NVivo. Hasil analisis menghasilkan 12 kode yang dikelompokkan menjadi empat tema: inklusivitas dimaknai sebagai penerimaan dan penghormatan terhadap keberagaman; guru menjadi teladan melalui konsistensi perilaku dan keluasan wawasan; toleransi didukung lingkungan sekolah dan diwujudkan melalui praktik lintas agama; serta tantangan dalam menumbuhkan toleransi yang sebagian besar berasal dari luar kelas. Para guru belum mengenal Asta Cita sebagai kerangka kebijakan, meskipun nilai toleransinya tercermin dalam praktik sekolah. Temuan ini memberikan gambaran empiris tentang bagaimana keteladanan guru berperan dalam konteks sekolah multiagama, sekaligus menjadi masukan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang penguatan toleransi berbasis Asta Cita. Temuan ini bersumber dari persepsi tiga guru sehingga perlu dilengkapi data dari siswa dan observasi.