Ayu Delia Sundari
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Terpaan Dan Keterlibatan Konten Youtube Miawaug Terhadap Tingkat Kesantunan Berkomunikasi Generasi Z Ayu Delia Sundari; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi mendorong pergeseran pola interaksi masyarakat ke media digital, salah satunya melalui tingginya penggunaan platform YouTube oleh Generasi Z. Di sisi lain, popularitas konten gaming juga memunculkan fenomena toxic gaming yang berpotensi memengaruhi kesantunan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Terpaan Konten YouTube MiawAug dan Keterlibatan Audiens terhadap Tingkat Kesantunan Berkomunikasi Generasi Z di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan Uses and Effects Theory dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terpaan Konten YouTube MiawAug berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Kesantunan Berkomunikasi Generasi Z (t = 2,701; Sig. = 0,008), sedangkan Keterlibatan Audiens berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (t = 1,504; Sig. = 0,136). Secara simultan, Terpaan Konten dan Keterlibatan Audiens berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Kesantunan Berkomunikasi Generasi Z (F = 33,749; Sig. = 0,000) dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,398. Uji dominasi menunjukkan bahwa Terpaan Konten merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap Tingkat Kesantunan Berkomunikasi Generasi Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas terpaan konten positif lebih berperan dalam membentuk kesantunan berkomunikasi dibandingkan keterlibatan audiens.