Biaya operasi kendaraan merupakan total biaya yang mencakup seluruh faktor yang berhubungan dengan pengoperasian suatu kendaraan dalam kondisi normal untuk mencapai tujuan tertentu. Tarif yang berdasarkan BOK PT Premium Clara Anindia mendapatkan nilai tertinggi berada pada harga Rp. 159.882,57 dan tarif yang paling rendah pada angka Rp. 96.856,40. Adapun setelah rata-rata tarif berdasarkan bok didapat Rp. 130.977,40 dan yang terjadi dilapangan dengan harga Rp. 170.000,00 . Dari hasil rata rata tersebut memiliki selisih Rp. 39.022,023. Tarif yang berdasarkan BOK PT Bahtera Atakana mendapatkan nilai tertinggi berada pada harga Rp. 143.372,72 dan tarif yang paling rendah pada angka Rp. 91.013,57. Adapun setelah rata-rata tarif berdasarkan bok didapat Rp. 126.867,61 dan yang terjadi dilapangan dengan harga Rp. 170.000,00 . Dari hasil rata rata tersebut memiliki selisih Rp. 43.132,39. Tarif yang berdasarkan BOK PT Rafautar Mandiri mendapatkan nilai tertinggi berada pada harga Rp. 166.282,91 dan tarif yang paling rendah pada angka Rp. 100.077,83. Adapun setelah rata-rata tarif berdasarkan bok didapat Rp. 141.894,28 dan yang terjadi dilapangan dengan harga Rp. 170.000,00 . Dari hasil rata rata tersebut memiliki selisih Rp. 28.105,72. Biaya pokok pelayanan angkutan umum merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pihak operator untuk dapat menghasilkan satuan produksi pelayanan angkutan umum. Biaya pokok pelayanan dari PT Premium Clara Anindia rata rata yaitu Rp 187,41 pnp-km. Biaya pokok pelayanan dari PT Bahtera Atakana rata rata yaitu Rp 195,50 pnp-km. Biaya pokok pelayanan dari PT Rafautar Mandiri rata rata yaitu Rp 215,55 pnp-km.