Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SISTEM KONTROL MOTOR BRUSHLESS DIRECT CURRENT (BLDC) DENGAN ALGORITMA SUPERVISORY FUZZY-IP Alfine, -; -, Syaifurrahman; Panjaitan, Seno D
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kecepatan putar motor BLDC perlu dilakukan karena motor ini banyak dipakai di berbagai industri dan harus memiliki kecepatan tertentu pada masing-masing aplikasinya. Ada banyak metode kontrol kecepatan putar motor BLDC, salah satunya yang populer adalah kontrol PI biasa. Kontrol PI biasa terbukti mampu menunjukkan kinerja yang baik pada pengendalian plant. Tetapi setiap terjadi gangguan pada plant seperti gangguan tegangan pada input elektronika sistem maupun gangguan eksternal yang berpengaruh pada kecepatan seperti hambatan gesek yang berubah-ubah yang membuat sistem tidak linear, kontrol PI biasa berkurang sensitivitasnya. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebagai estimasi model matematika sistem motor BLDC dengan cara pengukuran dan penyimpanan data tegangan input dan kecepatan output pada sistem motor BLDC untuk mendapatkan fungsi alih (transfer function) yang digunakan dalam perancangan kontrol dan simulasi. Perancangan kontrol dan Simulasi menggunakan MATLAB untuk menawarkan dan membandingkan alternatif lain dari kontrol PI biasa yaitu dengan menggunakan kontrol supervisory fuzzy-IP. Hasil simulasi menunjukkan bahwa: (1) kontrol supervisory fuzzy-IP lebih responsif daripada kontrol PI biasa dengan rise time dan settling time sebesar 0,6144 milidetik dan 1,0780 milidetik saat diuji tanpa gangguan dan sebesar 0,5353 milidetik dan 0,9066 milidetik saat diuji dengan gangguan, (2) kontrol supervisory fuzzy-IP mampu mengungguli kontrol PI biasa dalam hal kestabilan yang bisa dilihat pada kontrol supervisory fuzzy-IP dengan parameter overshoot,RMSE dan MSE masing-masing bernilai 0%, 15,8044, 249,7796 saat diuji tanpa gangguan serta bernilai 3,9410%, 19,8381, dan 393,5485 saat diuji dengan gangguan dan (3) kontrol PI biasa dan supervisory fuzzy-IP ini sama-sama mampu menghilangkan steady state error pada sistem motor BLDC ini.
PERANCANGAN SISTEM HAND SANITIZER DUAL MODE MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED Novera, Rajib; -, Syaifurrahman; Aula, Abqori
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56065

Abstract

Pada awal tahun 2019 terjadi pandemi COVID 19 di Wuhan China kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Setiap unit kerja mengimplementasikan protokol penanganan COVID 19 dengan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Hanya saja penggunaan hand sanitizer masih manual dengan disentuh dan digunakan secara bergantian. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah rancangan hand sanitizer yang dapat bekerja secara otomatis tanpa perlu disentuh untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19.                               Dari pemikiran tersebut maka penulis merancang suatu sistem hand sanitizer otomatis yang bisa menyemprotkan cairan hand sanitizer tanpa harus disentuh. Sistem ini menggunakan komponen Arduino Nano, sensor infrared dan sensor suhu. Pada sistem ini terdapat dua mode pilihan operasi yaitu mode normal dan mode auto cut off. Pada mode normal sistem akan aktif mengeluarkan cairan hand sanitizer tanpa henti selama sensor infrared membaca ada halangan. Sedangkan pada mode auto cut off sistem akan aktif mengeluarkan cairan hand sanitizer dengan perwaktuan yang telah ditentukan yaitu selama 2 detik lalu berhenti meskipun sensor infrared masih membaca ada halangan. Variabel yang digunakan pada sistem adalah variabel jarak dan suhu. Pada sistem ini relay dan pompa air diafragma digunakan sebagai aktuator.                               Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem hand sanitizer otomatis dapat aktif tanpa disentuh dengan galat 0 %, membaca suhu pada tangan pengguna hand sanitizer dengan rata "“ rata nilai galat sebesar 0,16 oC dan persentase galat sebesar 0,44 %., menghitung jumlah pengguna alat dengan galat 0,13 orang dan persentase galat sebesar 0,88% dan sistem bekerja dengan baik sesuai dengan mode yang dipilih serta dapat mengeluarkan cairan hand sanitizer dalam bentuk spray.
RANCANG BANGUN PENYINKRON SEMI AUTOMATIS GENSET DENGAN SUMBER TEGANGAN SATU FASA MENGGUNAKAN TIGA PARAMETER ARUS BOLAK BALIK Dwi Bimantara, Ardhiaz Satria; Hiendro, Ayong; -, Syaifurrahman
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57075

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi era sekarang khususnya dunia ketenagalistrikan, semakin besar juga kebutuhan akan ketenaga listrik dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan perangkat-perangkat elektronik, mesin- mesin industri dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi perlu adanya inovasi- inovasi dalam bidang listrik yang bisa menopang beban lebih besar. Salah satu langkah mengatasi hal tersebut adalah dengan menghubungkan beberapa sumber tenaga listrik ke alat singkronisasi. Alat sinkronisasi merupakan alat yang dapat mendeteksi tegangan, frekuensi dan arus. Digunakan relay untuk mensinkronkan kedua sumber, sinkron terjadi jika arus beban melebih 65% dari pembatas arus dan saat peningkatan (pertambahan) beban listrik pada 1450W dengan status relay sinkron ON. Pada saat sinkron tegangan pada jala-jala dan Genset sudah sama, yaitu 220,55V, frekuensi 50,02Hz. Beban yang "ditanggung" jala-jala PLN adalah sebesar 65,91% (955,66W) sedangkan pada Genset 34,19% (494,34W). Pada saat beban listrik 2050W yang tersambung ke jala-jala listrik, jala- jala PLN menanggung 55,75% sedangkan Genset 44,25%. Pada saat beban 3050, jala-jala PLN menanggung beban 52,17% sedangkan Genset 47,83%. Dalam keadaan sinkron jala-jala PLN dan Genset dengan beban penuh 3050W dilakukan penurunan beban bertahap dan Genset "keluar" dari proses sinkron (asinkronisasi)  saat persentase beban menunjukkan angka 65,91%. Dengan demikian jala-jala PLN kembali menanggung beban sendiri.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGINAN PADA SIMULATOR PHOTOVOLTAIC DENGAN MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK TEC1-12706 BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY Firduansyah, Gusti; Panjaitan, Seno D; -, Syaifurrahman
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57131

Abstract

Termoelektrik (thermoelectric cooler) merupakan komponen yang dapat menimbulkan perbedaan temperatur antara sisi atas dan bawah, jika kedua plat semikonduktor dialiri arus listrik searah. Penelitian ini   digunakan termoelektrik TEC1-12706 yang umumnya digunakan sebagai pendingin minuman pada dispenser namun, dalam penelitian ini digunakan sebagai pendingin simulator photovoltaic yang dilengkapi dengan kipas blower untuk membawa hawa dingin dari termoelektrik   untuk mengurangi temperatur panas yang diakibatkan penggunaan lampu halogen pada ruangan simulator. Kecepatan putaran kipas blower dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler STM32F103C8T6 Blue Pill yang ditanamkan sistem kendali Fuzzy Logic. Kendali Fuzzy Logic akan menentukan hasil kecepatan motor blower dengan membandingkan nilai error sekarang dan sebelumnya atau disebut dengan error dan delta error. Rancangan sistem kendali pendingian pada kotak simulator photovoltaic bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil yang optimal pada saat melakukan pengujian dan pengukuran modul solar cell. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan penggunaan sistem pendingian termoelektrik yang dikendalikan menggunakan Fuzzy Logic dapat memperkecil nilai error dari temperatur setting. Berdasarkan hasil pengujian temperatur pada setting 25 dan 30 °C, penggunaan termoelektrik dengan kendali Fuzzy Logic dapat mengurangi temperatur panas dari lampu halogen dalam simulator photovoltaic, jika dibandingkan dengan tanpa penggunaan termoelektrik masing-masing sebesar 17,6% (setting 25 °C) dan 15,4% (setting 30 °C).
OPTIMIZATION OF TRASH BIN USAGE BASED ON INTERNET OF THINGS (IOT) Adrian, Ari; Saleh, Muhammad; -, Syaifurrahman; Supriono, Supriono
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 2, No 1: June 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v2i1.77615

Abstract

Trash is a byproduct of human activity that poses serious challenges in its management. Suboptimal handling can lead to trash spread, create uncomfortable environmental conditions, and produce hazardous gases such as methane, ammonia, and hydrogen sulfide. To address this, an Internet of Things (IoT)-based trash bin optimization system is needed. This system includes monitoring trash height, gases produced by the trash, and trash weight using sensors installed on the trash bin, such as the HC-SR04 ultrasonic sensor, MQ-4 sensor, MQ-135 sensor, TGS2602 sensor, and load cell sensor. Additionally, the system is equipped with an automatic lid system using the MG995 servo motor and Solenoid Lock Door to lock the trash bin when it is full. Specific limits have been set for each trash parameter, and if they exceed these limits, the automatic system will lock the trash bin and send notifications through the Blynk application on a smartphone. Component testing in this research has shown satisfactory results, with high levels of accuracy. Overall, the designed system successfully optimizes the use of trash bins by providing immediate notifications to sanitation workers when the trash bin is full, preventing scattered trash piles, and maintaining the safety and comfort of the surrounding environment.
WATER QUALITY MONITORING AND CONTROL SYSTEM IN FISH CULTIVATION POND USING ARDUINO CLOUD Kusumawijaya, Wahyu; -, Syaifurrahman; Aula, Abqori
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 3: February 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i3.73567

Abstract

Water quality is an important factor in supporting the life of living creatures, one of which is fish. Failure to maintain water quality can result in slower fish growth and can cause mass death. In the process of monitoring water quality, several environmental value are detected, namely water pH, water turbidity and water temperature. With the Internet of Things (IoT), monitoring water quality can be done using the Arduino Cloud application via a smartphone or computer anywhere in real time. These two parameters are given thresholds, the environmental water temperature threshold is between 28 - 30 °C and the water turbidity threshold is between 5 - 50 NTU. If one of the values exceeds the threshold, where the water temperature is higher than 30 °C or below 28 °C, the water turbidity is higher than 50 NTU or below 5 NTU, then a water change will occur as water quality control which starts with draining the water using a solenoid valve, then filling the water using a water pump. The measurement results showed that fish growth for 2 weeks was 17% with maintained water quality and the average percentage of error obtained in water temperature measurements was 0.314% and water turbidity was 2.769%.