Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu ILP melalui Digitalisasi, Deteksi Dini Penyakit Degeneratif dan Asuhan Mandiri Akupresur Defrima Oka Surya; Vivi Syofia Sapardi; Guslinda Guslinda; Ria Desnita; Windi Azzahra; Weni Sartika; Olivia Zalianti; Pujangga Junerma; Puspita Hanggit Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i2.773

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) disertai tingginya kejadian penyakit degeneratif memerlukan penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Permasalahan yang ditemukan di Posyandu Karya Rei RW 16, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang meliputi belum optimalnya kapasitas kader dalam deteksi dini penyakit degeneratif, pencatatan kesehatan yang masih manual, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta belum terstrukturnya edukasi asuhan mandiri akupresur. Di wilayah tersebut terdapat 50 lansia, dengan 35 orang mengalami hipertensi dan 5 orang diabetes melitus berdasarkan data Puskesmas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelayanan lansia, deteksi dini penyakit degeneratif, digitalisasi pencatatan, serta edukasi asuhan mandiri akupresur. Kegiatan melibatkan lima kader dan 20 lansia melalui metode sosialisasi, edukasi, pelatihan, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi meliputi Posyandu ILP, skrining penyakit degeneratif, penggunaan peralatan kesehatan, Google Form dan spreadsheet, serta asuhan mandiri akupresur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan kenaikan 80 % kader mampu menjelaskan kembali materi,,melakukan praktik skrining, menggunakan pencatatan digital, dan memberikan edukasi kepada lansia. Pendampingan juga memperkuat keterlibatan kader dalam pelayanan Posyandu. Kegiatan ini membuat lansia menjadi memahasi tentang Kesehatan dan lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu.