Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan dan Edukasi Pembuatan Eco-Enzyme Guna Pengurangan Limbah Organik Di Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang Rosdiana Rosdiana; Alkhmnisa Arnivian Puteri; Dela Aprilla Lubis; Elsa Elsandi; Frederika Agustina; Hemalia Ripina Putri; Indri Florensia Girsang; Lusiana Simandalahi; Muhhamad Djikri; Nur Astriyani; Putri Anjelina Simanullang; Richardo Anggara Adta; Rijordy; Saint Seiya; Sulistiawati; Wawan Syukurman Zalukhu
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2026 Edisi In pres
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i2.6126

Abstract

Sampah organik rumah tangga masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu diperhatikan, termasuk di Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah organik adalah dengan mengolahnya menjadi eco-enzyme. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemilahan serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui pembuatan eco-enzyme. Kegiatan dilaksanakan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Palangka Raya Tahun 2026 dengan melibatkan masyarakat Desa Bungai Jaya secara langsung. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan, diskusi, dan pendampingan. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, anggota Karang Taruna, serta pengurus RT dan RW. Dalam praktiknya, peserta diajak memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran yang dicampurkan dengan molase atau gula merah dan air sesuai takaran yang telah ditentukan, kemudian disimpan untuk proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai cara memilah serta mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme. Produk yang dibuat masih berada dalam tahap fermentasi sehingga hasil akhir dan manfaat eco-enzyme belum dapat diamati secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan menerapkan pemanfaatan limbah secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.