Muhammad Dzul Fadlli
Universitas Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Financial Services and Insurance: Interregional Linkages and Regional Economic Impact Across Six Indonesian Islands Tamira Pontia Kirana; Eka Agustiani; Muhammad Dzul Fadlli
Economics and Business Journal (ECBIS) Vol. 4 No. 6 (2026): September
Publisher : PT. Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ecbis.v4i6.605

Abstract

This study examines the contribution of the Financial Services and Insurance Sector to regional economic development across six major island groups in Indonesia using an Inter-Regional Input-Output (IRIO) framework. The 2016 IRIO table from Statistics Indonesia (BPS), covering 17 sectors across six island groups, was analyzed using Forward and Backward Linkage indices derived from the Leontief inverse matrix. Results show that Java accounts for approximately 75% of national financial sector output, while most input-output flows remain within originating islands. Despite this concentration, the sector demonstrates strong linkages across all regions, with Forward Linkage indices exceeding 1.91 and Backward Linkage indices exceeding 1.12. The Electricity and Gas Supply Sector consistently emerges as the primary downstream beneficiary of financial sector activity. These findings indicate that the Financial Services and Insurance Sector occupies a strategically important position in Indonesia’s economic structure, but its contribution to balanced regional development remains constrained by spatial concentration and limited interregional integration, as reflected in the relatively low inter-island export share of 6.41%. The findings highlight the importance of strengthening equitable access to financial services, promoting interregional financial integration, and directing financial intermediation toward productive sectors and infrastructure-related activities to support more balanced regional development across Indonesia.
FAKTOR PENDORONG MINAT TENAGA KERJA ASAL LOMBOK TIMUR MENJADI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) Umi Hestia Sari; Himawan Sutanto; Muhammad Dzul Fadlli
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat tenaga kerja asal Kabupaten Lombok Timur untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Permasalahan ketenagakerjaan, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja dan pengangguran, mendorong sebagian masyarakat memilih bekerja di luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Sampel penelitian sebanyak 100 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling pada tiga kecamatan dengan jumlah PMI terbanyak, yaitu Masbagik, Sikur, dan Pringgabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan bantuan perangkat lunak EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan berpengaruh negatif serta signifikan terhadap minat menjadi PMI. Sementara itu, status pernikahan, jumlah tanggungan, utang, dan kepemilikan rumah berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan, semakin rendah kecenderungan seseorang untuk bekerja sebagai PMI, sedangkan faktor keluarga dan ekonomi lainnya tidak terbukti signifikan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penyediaan lapangan kerja yang memadai di daerah asal sebagai upaya menekan tingginya angka migrasi tenaga kerja ke luar negeri.