Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemberian makanan tambahan berupa biskuit energi protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan biskuit energi protein terhadap status antropometri berdasarkan berat badan menurut umur pada balita gizi kurang usia 12–36 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kalipare. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 balita gizi kurang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian satu bungkus biskuit energi protein per hari selama 30 hari berturut-turut. Pengukuran antropometri dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Sebelum intervensi, seluruh balita (100%) berada pada kategori gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur. Setelah intervensi, sebanyak 27 balita (84,4%) berada pada kategori normal, sedangkan 5 balita (15,6%) masih berada pada kategori gizi kurang. Rata-rata Z-score berat badan menurut umur meningkat dari −2,4822 sebelum intervensi menjadi −1,7553 setelah intervensi. Hasil uji paired-samples t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengukuran sebelum dan setelah intervensi (t = −32,439; df = 31; p 0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan Z-score berat badan menurut umur setelah pemberian biskuit energi protein selama 30 hari pada balita gizi kurang. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol, memperpanjang durasi intervensi, serta mempertimbangkan faktor perancu seperti asupan makanan harian dan riwayat penyakit infeksi.