Ayu Mashartini Prihanti
Bagian Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daya Hambat Ekstrak Kulit Durian Lokal Desa Pakis (Durio zibethinus Murr.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans Ayu Mashartini Prihanti; Vanesha Santoso; Depi Praharani; Leni Rokhma Dewi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 9 (2026): Volume 13 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i9.25576

Abstract

Candida albicans merupakan jamur menyerupai ragi yang dikaitkan dengan infeksi rongga mulut. Meskipun nistatin efektif, eksplorasi terhadap bahan alam terus meningkat. Kulit durian, khususnya bagian mesokarpium dan endokarpium, masih kurang dimanfaatkan meskipun mengandung senyawa bioaktif. Durian lokal Desa Pakis dipilih karena ketersediaannya dan pemanfaatannya yang masih terbatas di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kulit durian lokal Desa Pakis dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 100% terhadap C. albicans serta menentukan konsentrasi dengan daya hambat terbesar. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Daya hambat ekstrak kulit durian terhadap C. albicans diamati menggunakan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak yang diuji adalah 12,5%, 25%, 50%, dan 100%, dengan nistatin sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Hambatan pertumbuhan ditentukan dengan mengukur diameter zona hambat. Analisis data menunjukkan ada perbedaan signifikan pada zona hambat antar kelompok perlakuan, kecuali konsentrasi 12,5%, 25%, dan kontrol negatif. Ekstrak kulit durian pada konsentrasi 50% dan 100% menunjukkan daya hambat terhadap pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi yang lebih tinggi menghasilkan zona hambat yang lebih besar, dengan efek paling besar terbentuk pada konsentrasi 100%, meskipun aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan nistatin. Ekstrak kulit durian lokal Desa Pakis konsentrasi 12,5% dan 25% tidak menunjukkan daya hambat terhadap C. albicans, sedangkan konsentrasi 50% dan 100% menunjukkan daya hambat, dengan konsentrasi 100% menghasilkan daya hambat terbesar.