Triaji Prasojo Anzala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS EDUKASI KEGAWATDARURATAN PSIKOLOGIS TERHADAP PENURUNAN DISTRES PSIKOLOGIS PADA PENYINTAS PASCA BENCANA GALODO DI KELURAHAN BELIMBING, KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Anisa Febristi; Rikayoni Rikayoni; Triaji Prasojo Anzala; Hadisty Humaira
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31081

Abstract

Latar Belakang: Bencana galodo tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan, ketakutan, stres, dan distres psikologis pada penyintas. Edukasi kegawatdaruratan psikologis merupakan salah satu pendekatan awal yang dapat membantu penyintas mengenali respons psikologis pascabencana, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperoleh dukungan yang sesuai.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kegawatdaruratan psikologis terhadap penurunan distres psikologis pada penyintas pasca bencana galodo di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 38 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Distres psikologis diukur menggunakan Kessler Psychological Distress Scale (K6) sebelum dan sesudah pemberian edukasi kegawatdaruratan psikologis. Edukasi diberikan selama ±60 menit dengan materi meliputi respons psikologis pascabencana, tanda dan gejala distres, relaksasi napas dalam, grounding technique 5-4-3-2-1, koping positif, dukungan keluarga, dan indikasi mencari bantuan profesional. Analisis bivariat menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil: Sebelum edukasi, sebagian besar responden mengalami distres psikologis kategori sedang, yaitu 19 orang (50,0%), sedangkan 15 orang (39,5%) berada pada kategori berat dan 4 orang (10,5%) kategori rendah. Setelah edukasi, responden dengan distres kategori rendah meningkat menjadi 18 orang (47,4%), kategori sedang sebanyak 16 orang (42,1%), dan kategori berat menurun menjadi 4 orang (10,5%). Hasil paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor K6 sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001).Kesimpulan: Edukasi kegawatdaruratan psikologis efektif dalam menurunkan distres psikologis pada penyintas pasca bencana galodo di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Edukasi kegawatdaruratan psikologis dapat menjadi salah satu intervensi awal yang sederhana dan aplikatif dalam mendukung pemulihan psikologis penyintas pascabencana.Kata kunci: edukasi kegawatdaruratan psikologis, distres psikologis, penyintas, bencana galodo.