Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS SIMULASI KEGAWATDARURATAN GEMPA BUMI TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT DALAM TRIASE DAN PENANGANAN KORBAN MASSAL DI RUMAH SAKIT KOTA PADANG Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni; Mariza Elsi; Abdwiki Bakti; Hadisty Humaira
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.31078

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi dapat menimbulkan korban massal yang membutuhkan respons kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Perawat memiliki peran penting dalam melakukan triase, pengkajian awal, stabilisasi, dan penanganan korban pada situasi mass casualty incident. Namun, kompetensi tersebut perlu dilatih secara berkelanjutan melalui metode pembelajaran yang memberikan pengalaman mendekati kondisi bencana sebenarnya. Simulasi kegawatdaruratan merupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, keterampilan klinis, komunikasi, dan koordinasi perawat dalam menghadapi kondisi korban massal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas simulasi kegawatdaruratan gempa bumi terhadap kompetensi perawat dalam melakukan triase dan penanganan korban massal di rumah sakit Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah perawat yang terlibat dalam pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit Kota Padang. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kelompok intervensi diberikan simulasi kegawatdaruratan gempa bumi yang meliputi pengenalan kondisi bencana, scene safety, triase korban massal, initial assessment, stabilisasi, penanganan kegawatdaruratan, komunikasi, koordinasi tim, dan evakuasi. Kelompok kontrol memperoleh pembelajaran atau prosedur sesuai pelayanan yang berlaku. Kompetensi perawat diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen penilaian kompetensi triase dan penanganan korban massal. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan distribusi data dan karakteristik variabel penelitian.Hasil: Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi perawat setelah diberikan simulasi kegawatdaruratan gempa bumi, khususnya dalam kemampuan melakukan triase dan penanganan korban massal. Perbedaan skor kompetensi sebelum dan sesudah intervensi serta perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol akan digunakan untuk menentukan efektivitas simulasi sebagai metode peningkatan kompetensi perawat dalam kesiapsiagaan bencana.Kesimpulan: Simulasi kegawatdaruratan gempa bumi berpotensi menjadi metode pembelajaran dan pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam melakukan triase dan penanganan korban massal. Implementasi simulasi secara berkala dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kejadian dengan korban massal.Kata kunci: simulasi kegawatdaruratan; gempa bumi; kompetensi perawat; triase; korban massal; kesiapsiagaan bencana.
EFEKTIVITAS EDUKASI KEGAWATDARURATAN PSIKOLOGIS TERHADAP PENURUNAN DISTRES PSIKOLOGIS PADA PENYINTAS PASCA BENCANA GALODO DI KELURAHAN BELIMBING, KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Anisa Febristi; Rikayoni Rikayoni; Triaji Prasojo Anzala; Hadisty Humaira
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31081

Abstract

Latar Belakang: Bencana galodo tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan, ketakutan, stres, dan distres psikologis pada penyintas. Edukasi kegawatdaruratan psikologis merupakan salah satu pendekatan awal yang dapat membantu penyintas mengenali respons psikologis pascabencana, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperoleh dukungan yang sesuai.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kegawatdaruratan psikologis terhadap penurunan distres psikologis pada penyintas pasca bencana galodo di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 38 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Distres psikologis diukur menggunakan Kessler Psychological Distress Scale (K6) sebelum dan sesudah pemberian edukasi kegawatdaruratan psikologis. Edukasi diberikan selama ±60 menit dengan materi meliputi respons psikologis pascabencana, tanda dan gejala distres, relaksasi napas dalam, grounding technique 5-4-3-2-1, koping positif, dukungan keluarga, dan indikasi mencari bantuan profesional. Analisis bivariat menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil: Sebelum edukasi, sebagian besar responden mengalami distres psikologis kategori sedang, yaitu 19 orang (50,0%), sedangkan 15 orang (39,5%) berada pada kategori berat dan 4 orang (10,5%) kategori rendah. Setelah edukasi, responden dengan distres kategori rendah meningkat menjadi 18 orang (47,4%), kategori sedang sebanyak 16 orang (42,1%), dan kategori berat menurun menjadi 4 orang (10,5%). Hasil paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor K6 sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001).Kesimpulan: Edukasi kegawatdaruratan psikologis efektif dalam menurunkan distres psikologis pada penyintas pasca bencana galodo di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Edukasi kegawatdaruratan psikologis dapat menjadi salah satu intervensi awal yang sederhana dan aplikatif dalam mendukung pemulihan psikologis penyintas pascabencana.Kata kunci: edukasi kegawatdaruratan psikologis, distres psikologis, penyintas, bencana galodo.
EFEKTIVITAS SIMULASI KEGAWATDARURATAN GEMPA BUMI TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT DALAM TRIASE DAN PENANGANAN KORBAN MASSAL DI RUMAH SAKIT KOTA PADANG Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni; Mariza Elsi; Abdwiki Bakti; Hadisty Humaira
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.31167

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi dapat menimbulkan korban massal yang membutuhkan responskegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Perawat memiliki peran penting dalammelakukan triase, pengkajian awal, stabilisasi, dan penanganan korban pada situasi mass casualtyincident. Namun, kompetensi tersebut perlu dilatih secara berkelanjutan melalui metode pembelajaranyang memberikan pengalaman mendekati kondisi bencana sebenarnya. Simulasi kegawatdaruratanmerupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan,keterampilan klinis, komunikasi, dan koordinasi perawat dalam menghadapi kondisi korbanmassal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas simulasi kegawatdaruratan gempabumi terhadap kompetensi perawat dalam melakukan triase dan penanganan korban massal di rumah sakitKota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah perawat yangterlibat dalam pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit Kota Padang. Sampel dipilih menggunakanteknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kelompokintervensi diberikan simulasi kegawatdaruratan gempa bumi yang meliputi pengenalan kondisi bencana,scene safety, triase korban massal, initial assessment, stabilisasi, penanganan kegawatdaruratan,komunikasi, koordinasi tim, dan evakuasi. Kelompok kontrol memperoleh pembelajaran atau prosedursesuai pelayanan yang berlaku. Kompetensi perawat diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakaninstrumen penilaian kompetensi triase dan penanganan korban massal. Analisis data dilakukanmenggunakan uji statistik yang sesuai dengan distribusi data dan karakteristik variabel penelitian.Hasil:Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi perawat setelah diberikansimulasi kegawatdaruratan gempa bumi, khususnya dalam kemampuan melakukan triase dan penanganankorban massal. Perbedaan skor kompetensi sebelum dan sesudah intervensi serta perbandingan antarakelompok intervensi dan kontrol akan digunakan untuk menentukan efektivitas simulasi sebagai metodepeningkatan kompetensi perawat dalam kesiapsiagaan bencana.Kesimpulan: Simulasi kegawatdaruratangempa bumi berpotensi menjadi metode pembelajaran dan pelatihan yang efektif untuk meningkatkankompetensi perawat dalam melakukan triase dan penanganan korban massal. Implementasi simulasiIZNIAASGGNITHALOKESNATAHESEKUSAMYKLEIIDJurnal Kesehatan Saintika MeditoryVolume 7 Nomor 1 | https://jurnal.syedzasaintika.ac.idJurnal Kesehatan Saintika MeditoryMei 2024e p - - I ISSN :2655 SSN:2655-5840 -9641T578secara berkala dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan kesiapsiagaan rumah sakit dalammenghadapi bencana gempa bumi dan kejadian dengan korban massal.Kata kunci: simulasi kegawatdaruratan; gempa bumi; kompetensi perawat; triase; korban massal;kesiapsiagaan bencana.