Radikal bebas dan stres oksidatif berkontribusi terhadap penyakit degeneratif seperti kanker, kardiovaskular, dan inflamasi, sehingga kebutuhan antioksidan alami terus meningkat. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, namun data komparatif profil fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksana masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan kandidat senyawa bioaktif yang teridentifikasi secara tentatif dari ekstrak metanol dan n-heksana kayu secang. Kayu secang kering dimaserasi dengan metanol dan n-heksana, kemudian dianalisis melalui skrining fitokimia, uji DPPH, dan GC-MS. Ekstrak metanol mengandung terpenoid, tanin, flavonoid, dan alkaloid, sedangkan ekstrak n-heksana mengandung terpenoid, flavonoid, dan alkaloid. Ekstrak metanol memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (IC₅₀ 23,1643 µg/mL), sedangkan ekstrak n-heksana sangat lemah (IC₅₀ 784,7517 µg/mL). Analisis GC-MS mengidentifikasi senyawa bioaktif secara tentatif pada kedua ekstrak, dengan senyawa dominan pada ekstrak metanol meliputi turunan ester, fenolik, dan flavonoid, sedangkan pada ekstrak n-heksana didominasi oleh alkohol alifatik dan terpena. Penelitian ini menyajikan perbandingan langsung profil fitokimia dan aktivitas antioksidan dua pelarut, serta identifikasi senyawa secara tentatif dengan GC-MS, tanpa klaim penemuan senyawa baru. Dengan demikian, ekstrak metanol kayu secang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami, sedangkan ekstrak n-heksana kurang potensial untuk tujuan tersebut.