A child's readiness for the educational transition period is a crucial aspect requiring attention from various stakeholders, particularly when moving from Early Childhood Education (PAUD) to Primary School (SD). This transition period is critical because children still maintain relatively strong attachments to and dependencies on their parents. Simultaneously, they are expected to demonstrate adequate readiness across various developmental domains, including cognitive, motor, socio-emotional, and language skills, as well as independence. This community service initiative aimed to enhance parents' knowledge and understanding regarding the aspects requiring preparation before their children enter primary school. One strategy school can employ is organizing educational sessions for PAUD parents in collaboration with external parties, such as university psychology teams. Nineteen mothers—parents of students from PAUD Amanah Sejahtera—participated in this program. The activity was conducted through presentations, case-based discussions, and interactive, constructive Q&A sessions. Evaluation results indicated an improvement in participants' understanding, evidenced by a rise in the average score from 2.31 in the pre-test to 3.15 in the post-test. Furthermore, an affective evaluation revealed positive responses and participant satisfaction with the program, with an average satisfaction score of 4.27. These findings suggest that the educational intervention has the potential to help parents gain a more comprehensive understanding of their child's readiness for the transition to primary education. ABSTRAK Kesiapan anak dalam menghadapi masa transisi pendidikan merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, khususnya ketika anak berpindah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD). Periode transisi ini menjadi krusial karena anak masih memiliki kelekatan dan ketergantungan yang relatif kuat terhadap orang tua. Pada saat yang sama, anak mulai dituntut memiliki kesiapan yang memadai dalam berbagai aspek perkembangan, meliputi kemampuan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, serta kemandirian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan sekolah adalah menyelenggarakan edukasi bagi orang tua siswa PAUD dengan melibatkan pihak eksternal, seperti tim psikolog dari perguruan tinggi. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 19 ibu atau orang tua siswa PAUD Amanah Sejahtera. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara presentatif, pembahasan berbasis kasus, serta sesi tanya jawab yang bersifat interaktif dan konstruktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang terlihat dari kenaikan skor rerata pre-test sebesar 2,31 menjadi 3,15 pada post-test. Selain itu, evaluasi afektif menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif dan merasa puas terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi, dengan skor rerata kepuasan mencapai 4,27. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berpotensi membantu orang tua memahami kesiapan anak dalam menghadapi transisi menuju pendidikan dasar secara lebih komprehensif.