Pengelolaan program tahfiz di sekolah menengah Islam umumnya masih dilakukan secara manual dan terpisah, sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi pencatatan dan kesulitan pemantauan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi arsitektur microservices pada Sistem Informasi Tahfiz untuk mendukung pengelolaan hafalan secara terstruktur. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada institusi pendidikan menengah di Bandung. Data kebutuhan diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu informan, sedangkan prototype dievaluasi oleh empat pengguna. Sistem terdiri atas tujuh service, API Gateway sebagai single entry point, dan pola database per service. Sistem di-deploy pada VPS Ubuntu dengan 2 vCPU dan RAM 2 GB, sedangkan pengujian menggunakan k6. Evaluasi mencakup blackbox testing, load testing, dan endurance testing. Seluruh 78 kasus uji blackbox berhasil dengan tingkat keberhasilan 100%. Setiap skenario load testing pada 10, 23, 50, dan 100 virtual users dijalankan sebanyak tiga kali. Pada 100 virtual users, p(95) berada pada rentang 2.385,20–2.918,52 ms, throughput 38,54–41,18 req/s, dan error rate 0,00%–0,05%. Satu kali endurance testing selama empat jam menggunakan 23 virtual users menghasilkan p(95) 936,31 ms, error rate 0,01%, dan penggunaan memori 1.800–1.900 MB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur microservices dapat diterapkan secara modular dan terintegrasi pada lingkungan yang diuji, sedangkan hasil endurance testing menggambarkan stabilitas performa selama skenario pengujian dan tidak digunakan untuk menyimpulkan resilience sistem.