Imam Chalish Rafidhul Haque
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Heuristik School Bus Routing Problem untuk Alokasi Armada Antar-Jemput Siswa Imam Chalish Rafidhul Haque; Rosa Ariani Sukamto; Yudi Ahmad Hambali
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 8 No. 1 (2026): September (2026)
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v8i1.9953

Abstract

Layanan antar-jemput siswa membutuhkan alokasi armada dan penyusunan rute yang terukur serta sesuai dengan aturan operasional. Pada studi kasus sebuah koperasi di wilayah Lembang, pembagian siswa sebelumnya dilakukan melalui rekap data, spreadsheet, komunikasi WhatsApp, dan koordinasi dengan pengemudi. Penelitian ini mengimplementasikan heuristik School Bus Routing Problem pada sistem berbasis web untuk mengotomatisasi alokasi siswa ke rit dan menyusun urutan antar-jemput. Algoritma menggunakan trip-based insertion cost, capacity penalty, outlier penalty, local move improvement, soft rebalance, Nearest Neighbor, dan 2-Opt dengan estimasi jarak Haversine. Pengujian dilakukan menggunakan data operasional periode Maret 2026 yang terdiri atas 348 siswa, 17 armada aktif, 17 rit pagi, dan 32 rit pulang. Pengujian dijalankan pada lingkungan lokal Windows 11, PHP 8.2.12, Laravel 11.48.0, dan RAM 16 GB. Seluruh 155 siswa rute pagi dan 322 siswa rute pulang berhasil dialokasikan tanpa pelanggaran aturan operasional. Waktu generate aplikasi adalah 8,4552 ± 0,8638 detik untuk rute pagi dan 10,2788 ± 0,4206 detik untuk rute pulang. Dibandingkan baseline Sweep–Nearest Neighbor, metode final mengurangi estimasi jarak Haversine sebesar 40,63% pada rute pagi dan 7,58% pada rute pulang. Metode final juga mengonsolidasikan rute pagi dari 17 menjadi 15 rit dengan utilisasi rit yang digunakan sebesar 90,64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat menghasilkan alokasi yang memenuhi aturan operasional dengan estimasi jarak lebih rendah daripada baseline, meskipun jarak yang dihasilkan belum merepresentasikan jaringan jalan aktual.