Ketergantungan terhadap pakan komersial menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha peternakan unggas akibat tingginya biaya produksi dan fluktuasi harga bahan baku pakan. Kelompok Tani Ternak Tui Jati di Kabupaten Lombok Tengah menghadapi permasalahan tersebut sehingga diperlukan pemanfaatan bahan pakan alternatif berbasis sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai bahan pakan alternatif melalui teknologi fermentasi menggunakan kapang Neurospora crassa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi koordinasi, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 30 anggota kelompok ternak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan pakan alternatif, teknologi fermentasi, dan penggunaan Neurospora crassa. Pengetahuan peserta mengenai eceng gondok sebagai bahan pakan meningkat dari 30% menjadi 90%, pemanfaatan eceng gondok untuk pakan meningkat dari 30% menjadi 95%, serta pemahaman penggunaan Neurospora crassa meningkat dari 0% menjadi 100%. Pelatihan praktik juga meningkatkan keterampilan peserta dalam pengolahan bahan, pemberian inokulum, dan proses fermentasi. Teknologi fermentasi eceng gondok menggunakan Neurospora crassa berpotensi menjadi solusi penyediaan pakan alternatif yang lebih ekonomis, mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, serta mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan usaha peternakan, pemanfaatan biomassa lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.