Andi Muh Hidayat Firman
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menyemai Islam di Tanah Wajo: Perjuangan Dakwah AGH Muhammad As’ad (1928-1952) Andi Muh Hidayat Firman; Najamuddin; Rifal; Ilham Samudra Sanur
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9256

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjuangan dakwah AGH Muhammad As’ad dalam mengembangkan kehidupan keagamaan masyarakat Wajo pada tahun 1928–1952. Kajian berangkat dari kenyataan bahwa Islam telah lama dianut masyarakat Wajo, tetapi pada awal abad ke-20 pemahaman dan pengamalannya masih berinteraksi kuat dengan adat, tradisi lokal, serta sejumlah praktik yang dalam sumber penelitian dipandang tidak sesuai dengan akidah dan syariat Islam. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip, dokumen, literatur, observasi, dan wawancara dengan tokoh agama, pengelola Pesantren As’adiyah, alumni, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan AGH Muhammad As’ad berlangsung melalui penguatan akidah, pengajian halaqah atau mangaji tudang, pendirian Madrasah Arabiyah Islamiyah pada 1930, kaderisasi guru dan ulama, penggunaan pendekatan sosial-kultural, serta penyebaran dakwah melalui jaringan murid. Strategi tersebut mendorong perubahan kehidupan keagamaan masyarakat dari pembinaan yang bersifat personal menuju sistem pendidikan dan dakwah yang lebih terorganisasi. Dampaknya tampak pada penguatan pemahaman agama, terbentuknya lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkembangnya jaringan ulama hingga ke luar Wajo, meningkatnya literasi keagamaan melalui penggunaan bahasa Bugis, dan menguatnya corak keberagamaan wasathiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa periode 1928–1952 merupakan fase penting transformasi sosial-keagamaan Wajo yang menghubungkan pembaruan dakwah, pendidikan, budaya lokal, dan kaderisasi ulama dalam satu proses historis yang berkelanjutan.