Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Traces of trading space: Bungeng port and the horse trading system in Jeneponto 1984-2023 Selfa; Ahmadin; Rifal; La Malihu
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bungeng Port is a center of horse trading activities, which plays a vital role in connecting Jeneponto with other regions. This study aims to determine the background of horse trading in Bungeng Port, the spatial traces of horse trading development, and the impact of horse trading on the regional economy. This study uses a qualitative approach with historical methods involving heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The results show that the background of horse trading is influenced by natural environmental factors, food needs, transportation, land cultivation, employment opportunities, and export-import relations between regions. Jeneponto Regency, as a center of horse trading, has become a major supplier of horses because Bungeng Port functions as a connecting space for inter-island trade. The development of horse trading is also driven by the needs of the local community, and this trade has a positive impact on the economy, increasing the trade and livestock sectors, and strengthening economic relations between Jeneponto Regency and other regions.
Menyemai Islam di Tanah Wajo: Perjuangan Dakwah AGH Muhammad As’ad (1928-1952) Andi Muh Hidayat Firman; Najamuddin; Rifal; Ilham Samudra Sanur
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9256

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjuangan dakwah AGH Muhammad As’ad dalam mengembangkan kehidupan keagamaan masyarakat Wajo pada tahun 1928–1952. Kajian berangkat dari kenyataan bahwa Islam telah lama dianut masyarakat Wajo, tetapi pada awal abad ke-20 pemahaman dan pengamalannya masih berinteraksi kuat dengan adat, tradisi lokal, serta sejumlah praktik yang dalam sumber penelitian dipandang tidak sesuai dengan akidah dan syariat Islam. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui empat tahap, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip, dokumen, literatur, observasi, dan wawancara dengan tokoh agama, pengelola Pesantren As’adiyah, alumni, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan AGH Muhammad As’ad berlangsung melalui penguatan akidah, pengajian halaqah atau mangaji tudang, pendirian Madrasah Arabiyah Islamiyah pada 1930, kaderisasi guru dan ulama, penggunaan pendekatan sosial-kultural, serta penyebaran dakwah melalui jaringan murid. Strategi tersebut mendorong perubahan kehidupan keagamaan masyarakat dari pembinaan yang bersifat personal menuju sistem pendidikan dan dakwah yang lebih terorganisasi. Dampaknya tampak pada penguatan pemahaman agama, terbentuknya lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkembangnya jaringan ulama hingga ke luar Wajo, meningkatnya literasi keagamaan melalui penggunaan bahasa Bugis, dan menguatnya corak keberagamaan wasathiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa periode 1928–1952 merupakan fase penting transformasi sosial-keagamaan Wajo yang menghubungkan pembaruan dakwah, pendidikan, budaya lokal, dan kaderisasi ulama dalam satu proses historis yang berkelanjutan.