The low learning outcomes of fourth-grade students in the Science and Social Studies (IPAS) subject at UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho indicated the need to improve the learning process through the use of more interactive instructional media. The initial condition showed that the students’ mean learning outcome was only 63.00, with a learning mastery rate of 42.11%, while the school’s Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) was set at 80. This study aimed to improve students’ learning outcomes through the implementation of snakes and ladders media in IPAS learning. The study employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 19 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and documentation and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results showed that the students’ mean learning outcome increased from 63.00 in the pre-cycle to 64.05 in Cycle I and 87.23 in Cycle II. The percentage of learning mastery also increased from 42.11% in the pre-cycle to 57.89% in Cycle I and 89.47% in Cycle II. The implementation of snakes and ladders media also encouraged increased student activity, participation, and collaboration during the learning process. Therefore, snakes and ladders media can serve as an effective alternative instructional medium for improving elementary school students’ learning outcomes in IPAS. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-B UPTD SD Negeri 075019 Dahana Tabaloho menunjukkan perlunya perbaikan proses pembelajaran melalui penggunaan media yang lebih interaktif. Kondisi awal menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 63,00 dengan persentase ketuntasan sebesar 42,11%, sedangkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah adalah 80. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media snakes and ladders dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa kelas IV-B. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,00 pada pra-siklus menjadi 64,05 pada Siklus I dan 87,23 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 42,11% pada pra-siklus menjadi 57,89% pada Siklus I dan 89,47% pada Siklus II. Penerapan media snakes and ladders juga mendorong peningkatan aktivitas, partisipasi, dan kerja sama siswa selama pembelajaran. Dengan demikian, penerapan media snakes and ladders dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar