The ability of tenth-grade students at SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa to write negotiation texts was relatively low due to difficulties in developing ideas, organizing logical arguments, and applying appropriate language conventions. This study aimed to improve students' negotiation text writing skills through the implementation of the Collaborative Integrated Process Learning (CIPRO) model. The research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 20 students of Class X-PDIB at SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa in the 2025/2026 academic year. Data were collected through writing tests, observation sheets, field notes, and documentation, and were analyzed using quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that the implementation of the CIPRO learning model significantly improved students' negotiation text writing skills. The average writing score increased from 53 in Cycle I to 92 in Cycle II, with classical learning mastery rising sharply from 25% to 95%. Students' learning activities also improved, as indicated by observation results rising from 45% and 48% in Cycle I to 84% and 98% in Cycle II. Furthermore, the researcher's classroom observation scores increased from 43% and 64% in Cycle I to 86% and 93% in Cycle II. Therefore, the Collaborative Integrated Process Learning (CIPRO) model proved to be effective in improving the negotiation text writing skills of tenth-grade students at SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa. ABSTRAK Kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa masih tergolong rendah karena siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun argumen secara logis, serta menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi melalui penerapan model pembelajaran Collaborative Integrated Process Learning (CIPRO). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas X-PDIB SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa Tahun Pembelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan menulis, lembar observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CIPRO mampu meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa. Nilai rata-rata tes kemampuan menulis siswa meningkat dari 53 pada siklus I menjadi 92 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 25% menjadi 95%. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh hasil observasi dari 45% dan 48% pada siklus I menjadi 84% dan 98% pada siklus II. Selain itu, hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran oleh peneliti meningkat dari 43% dan 64% pada siklus I menjadi 86% dan 93% pada siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran Collaborative Integrated Process Learning (CIPRO) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMK Negeri 2 Namohalu Esiwa.