Nur Azizah Nasution
Universitas Alwashliyah Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KESHALEHAN SOSIAL DAN KEPEDULIAN SOSIAL DI PESANTREN YPI TEUNGKU IE RHEUT Badriatun Navis Navis; Ahmad Ridwan; Nur Azizah Nasution
HIBRUL ULAMA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v6i1.1396

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam membentuk kepribadian santri yang tidak hanya memiliki kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat. Pesantren YPI Teungku Ie Rheut sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam memiliki berbagai program pembinaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai sosial kepada para santri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pesantren YPI Teungku Ie Rheut dalam meningkatkan keshalehan sosial dan kepedulian sosial santri, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan pesantren, ustaz/ustazah, pengurus pesantren, serta santri. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren YPI Teungku Ie Rheut berperan aktif dalam meningkatkan keshalehan sosial dan kepedulian sosial santri melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, pendidikan akhlak, pembiasaan hidup disiplin, kegiatan gotong royong, bakti sosial, serta keterlibatan santri dalam kegiatan kemasyarakatan. Keshalehan sosial santri tercermin dalam sikap saling menghormati, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, kepedulian sosial dibentuk melalui kegiatan yang menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan semangat tolong-menolong. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program tersebut meliputi keteladanan para ustaz, lingkungan pesantren yang kondusif, serta dukungan masyarakat sekitar. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan sarana pendukung dan pengaruh perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi perilaku sosial santri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pesantren YPI Teungku Ie Rheut memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keshalehan sosial dan kepedulian sosial santri melalui berbagai program pembinaan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Peran tersebut berkontribusi dalam membentuk santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
PERAN LINGKUNGAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK AKHLAK SOSIAL SANTRI DI PESANTREN MODERN YPI TGK IE RHEUT Nazilaturrahmah Nazilaturrahmah; Ahmad Ridwan; Nur Azizah Nasution
HIBRUL ULAMA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v6i1.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan pesantren dalam membentuk akhlak sosial santri di Pesantren Modern YPI Tgk Ie Rheut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah santri, sedangkan informan terdiri atas pimpinan pesantren, ustaz/ustazah, pengurus pesantren, dan santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pesantren berperan dalam membentuk akhlak sosial santri melalui hubungan sosial, budaya pesantren, kegiatan pesantren, serta aturan dan pengawasan. Hubungan sosial terlihat dari kebiasaan santri menggunakan bahasa yang sopan, menghormati ustaz/ustazah, membantu teman, dan bekerja sama. Budaya pesantren melalui pembiasaan salam, mencium tangan guru, shalat berjamaah, pengajian, dan kedisiplinan membantu membentuk sikap sopan santun, disiplin, dan tanggung jawab. Kegiatan gotong royong, pembinaan karakter, dan kegiatan bersama turut menumbuhkan kepedulian serta kerja sama sosial. Sementara itu, aturan dan pengawasan membantu mengarahkan perilaku santri agar sesuai dengan nilai dan norma pesantren. Dengan demikian, lingkungan pesantren berperan dalam pembentukan akhlak sosial santri melalui interaksi, pembiasaan, keteladanan, kegiatan bersama, serta penerapan aturan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Pembelajaran Nahwu Shorof terhadap Kemampuan Membaca Kitab Kuning Kelas XI MIA Mas Muallimin Univa Medan Fazria Fitrah Hasanah; Saprijal; Nur Azizah Nasution
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v4i3.1097

Abstract

This study uses a quantitative approach with a survey method. The research population is students of class XI MIA MAS Mu'allimin UNIVA Medan with a sample of 30 students. The data collection technique was carried out through a questionnaire to measure the learning variables of nahwu shorof and a test to measure the ability to read the yellow book. The research instrument has met the validity requirements with a Corrected Item-Total Correlation value ranging from 0.674–0.739 (greater than the r of the table 0.361) as well as very high reliability with Cronbach's Alpha values of 0.918 and 0.907. Data analysis was carried out using simple linear regression, t-test, and F test with the help of the SPSS version 26 program. The results showed that the regression equation obtained was Y = 49.355 + 0.451X, which showed a positive relationship between learning nahwu shorof and the ability to read the yellow book. The results of the t-test showed a calculated t-value of 7.954 with a significance of 0.000 < 0.05, so that an alternative hypothesis was accepted. The results of the F test also showed an F-value of 63.270 with a significance of 0.000 < 0.05, which showed that the regression model was feasible and that the influence of independent variables on dependent variables was significant. Based on the results of the study, it can be concluded that the learning of nahwu shorof has a positive and significant effect on the ability to read the yellow book in grade XI students of MIA Mas Mu'allimin UNIVA Medan. The better the learning of nahwu shorof that students receive, the higher their ability to read the yellow book. These findings show that learning nahwu shorof is one of the important factors in improving the ability to read the yellow book in the madrasah environment.