Risti Umaya
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Discovery Learning Berbantuan Cahaya Box untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPAS Sifat-Sifat Cahaya Risti Umaya; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 4 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i4.1627

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-A SDN Muktiharjo Lor melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan media Cahaya Box pada pembelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya. Penelitian menggunakan desain PTK Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Objek penelitian adalah kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya, dengan subjek penelitian sebanyak 27 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest sebelum tindakan, posttest siklus I setelah pelaksanaan siklus I, dan posttest siklus II setelah pelaksanaan siklus II, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai minimum, maksimum, rata-rata, jumlah siswa yang mencapai KKM, dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 61,44 pada pretest menjadi 77,33 pada siklus I dan 88,11 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,44% menjadi 55,56% dan mencapai 85,19% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning berbantuan Cahaya Box dapat mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan mengamati, melakukan percobaan, menganalisis bukti, memverifikasi hasil, dan menarik kesimpulan. Tindakan dinyatakan berhasil karena ketuntasan klasikal pada siklus II telah melampaui kriteria keberhasilan sebesar 80%.