Tri Ayu Carika
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Keaktifan Belajar IPAS melalui Discovery Learning Berbantuan Wordwall pada Materi Harmoni dalam Ekosistem Kelas V SDN Muktiharjo Lor Umi Amiroh Dwi Herawati; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 5 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i5.5126

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar peserta didik kelas V SDN Muktiharjo Lor pada muatan IPAS materi Harmoni dalam Ekosistem akibat pembelajaran konvensional yang didominasi metode ceramah tanpa media interaktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media Wordwall dengan model Discovery Learning, mengetahui besarnya peningkatan keaktifan belajar terhadap penerapan tersebut. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 28 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan keaktifan belajar meningkat dari 32,14% pada kondisi awal menjadi 78,57% pada Siklus I, dan mencapai 85,71% pada Siklus II, melampaui kriteria keberhasilan minimal 80%. Peningkatan ini terjadi seiring perbaikan pengelolaan waktu, pemerataan bimbingan kelompok, dan penguatan yang konsisten. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan media Wordwall dapat meningkatkan keaktifan belajar IPAS peserta didik kelas V. Guru disarankan menerapkan kombinasi ini dengan petunjuk penggunaan jelas dan bimbingan merata, sementara peneliti selanjutnya disarankan mengujicobakan pada subjek, materi, atau jenjang yang berbeda.
Penerapan Model PBL Berbantuan Media Game Interaktif “Pecahan Adventure” untuk Meningkatkan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Pecahan Kelas IV SDN Muktiharjo Lor Daimatunni'mah Daimatunni'mah; Nila Ubaidah; Tri Ayu Carika
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 7, No 02 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v7i02.1629

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan penalaran matematis siswa kelas IV SDN Muktiharjo Lor pada materi pecahan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan game interaktif “Pecahan Adventure”. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas IV SDN Muktiharjo Lor Tahun Pelajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui tes pada pra-siklus, akhir Siklus I, dan akhir Siklus II, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis melalui nilai individu, nilai rata-rata kelas, dan persentase ketuntasan klasikal, sedangkan data observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 69,52 pada Siklus I menjadi 82,74 pada Siklus II. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan meningkat dari 15 menjadi 23 siswa, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 55,56% menjadi 85,19%. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif memahami masalah, berdiskusi, menggunakan strategi, memberikan alasan, memeriksa jawaban, dan menarik kesimpulan. Perbaikan pada Siklus II melalui petunjuk game yang lebih jelas, pembagian tugas kelompok, dan pertanyaan pengarah membantu menguatkan proses berpikir siswa. Dengan demikian, PBL berbantuan “Pecahan Adventure” dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran pecahan yang mengintegrasikan pemahaman konsep dan penalaran matematis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD SISWA KELAS III Muhammad Ilham Kusuma; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15750

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning outcomes on plane-shape material among third-grade students at SDN Muktiharjo Lor had not yet reached the expected level, as indicated by a pre-cycle class average of 57.04 and classical mastery of 22.2%. This condition indicates the need for learning experiences that enable students to understand the concepts of sides and angles through more concrete and structured activities. This study aimed to improve mathematics learning outcomes through the use of geoboard media integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and a deep learning approach. The study employed classroom action research based on the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings and involving 27 third-grade students. Data were collected through learning outcome tests and observations of teacher and student activities, and were analyzed based on the class average, classical mastery, and observation results. The findings showed that the class average increased from 57.04 in the pre-cycle to 70.37 in Cycle I and 77.41 in Cycle II. Classical mastery also increased from 22.2% to 77.8% and reached 92.6% in Cycle II, exceeding the success indicator of 85%. These findings indicate that the use of geoboard integrated with Problem Based Learning and deep learning can support improvements in students' mathematics learning outcomes on plane-shape material. ABSTRAK Hasil belajar matematika pada materi bangun datar di kelas III SDN Muktiharjo Lor masih belum mencapai capaian yang diharapkan, terlihat dari nilai rata-rata pra siklus sebesar 57,04 dengan ketuntasan klasikal 22,2%. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami konsep sisi dan sudut melalui aktivitas yang lebih konkret dan terarah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika melalui pemanfaatan media geoboard yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan deep learning. Penelitian dilaksanakan menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan dan melibatkan 27 siswa kelas III. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar serta observasi aktivitas guru dan siswa, kemudian dianalisis berdasarkan nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 57,04 pada pra siklus menjadi 70,37 pada Siklus I dan 77,41 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 22,2% menjadi 77,8% dan mencapai 92,6% pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan sebesar 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan geoboard yang terintegrasi dengan Problem Based Learning dan deep learning dapat mendukung peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar.
Penerapan Metode Eksperimen Berbantuan Website Ruang Murid untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Sifat-Sifat Cahaya Kelas V SDN Muktiharjo Lor Melinda Amalia; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 4 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i4.1626

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya di kelas V SDN Muktiharjo Lor menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode eksperimen berbantuan media website Ruang Murid pada mata pelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya di kelas V SDN Muktiharjo Lor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa kelas V SDN Muktiharjo Lor tahun pelajaran 2026/2027. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan metode eksperimen berbantuan media website Ruang Murid, nilai rata-rata siswa hanya mencapai 68,89 dengan persentase ketuntasan klasikal 37,04%. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,52 dengan ketuntasan klasikal 62,96%. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 85,74 dengan ketuntasan klasikal 81,48%. Aktivitas guru meningkat dari kategori "Baik" (rata-rata 3,00) pada siklus I menjadi "Sangat Baik" (rata-rata 3,63) pada siklus II. Aktivitas siswa juga meningkat dari kategori "Aktif" (rata-rata 2,75) menjadi "Sangat Aktif" (rata-rata 3,75). Dengan demikian, penerapan metode eksperimen berbantuan media website Ruang Murid efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat cahaya.
Penerapan Discovery Learning Berbantuan Cahaya Box untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPAS Sifat-Sifat Cahaya Risti Umaya; Mochamad Abdul Basir; Tri Ayu Carika
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 4 (2026): Oktober 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i4.1627

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-A SDN Muktiharjo Lor melalui penerapan model Discovery Learning berbantuan media Cahaya Box pada pembelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya. Penelitian menggunakan desain PTK Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Objek penelitian adalah kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS materi sifat-sifat cahaya, dengan subjek penelitian sebanyak 27 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest sebelum tindakan, posttest siklus I setelah pelaksanaan siklus I, dan posttest siklus II setelah pelaksanaan siklus II, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai minimum, maksimum, rata-rata, jumlah siswa yang mencapai KKM, dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 61,44 pada pretest menjadi 77,33 pada siklus I dan 88,11 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,44% menjadi 55,56% dan mencapai 85,19% pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning berbantuan Cahaya Box dapat mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan mengamati, melakukan percobaan, menganalisis bukti, memverifikasi hasil, dan menarik kesimpulan. Tindakan dinyatakan berhasil karena ketuntasan klasikal pada siklus II telah melampaui kriteria keberhasilan sebesar 80%.