Pola komunikasi dalam organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun keterlibatan anggota, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi organisasi Ikatan Mahasiswa Aceh Tamiang (IMATA) Lhokseumawe dalam meningkatkan solidaritas dan melatih kepemimpinan organisasi serta mengidentifikasi hambatan komunikasi yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas lima pengurus atau anggota aktif periode 2025–2026 dan satu alumni sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi IMATA berlangsung secara terbuka, partisipatif, fleksibel, dan situasional dengan penggunaan pola lingkaran, bintang, roda, dan rantai sesuai kebutuhan organisasi. Komunikasi terbuka dan interaksi informal berkontribusi terhadap kepercayaan, rasa memiliki, kepedulian, dan kerja sama antaranggota. Pelibatan anggota dalam kepanitiaan, koordinasi, pengambilan keputusan, dan kegiatan organisasi menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan. Hambatan komunikasi meliputi keterlambatan informasi, perbedaan pemaknaan pesan, hambatan psikologis, kendala jaringan, dan kesibukan akademik. Pola komunikasi partisipatif menjadi bagian penting dalam memperkuat solidaritas sekaligus mendukung pembelajaran kepemimpinan anggota IMATA.