Yohana Krisostoma Anduk Mbulang
Departement Farmasi, Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER MALARIA MELALUI PELATIHAN DIVERSIFIKASI MINYAK ATSIRI MENJADI LILIN AROMATERAPI ANTI-NYAMUK DI KAMPUNG YAHIM Juniarto Mende; Sri Nur Damayana; Rizka Cintya Edwar; Olivia Sarid Taudufu; Punda Cahya Khirani Anorraga; Muh. Anugrah Kurniawan Amir; Magdhalena Tasik Todingrara; Heryanto Heryanto; Graciano Aristides Maturbongs; Yohana Krisostoma Anduk Mbulang; Claudius Hendraman B. Tobi; Mustika Endah Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.42114

Abstract

Abstrak: Kampung Yahim menghadapi risiko tinggi malaria (API ≥ 100), sementara penggunaan kelambu terasa panas dan obat nyamuk bakar berisiko menghasilkan asap yang berisiko bagi pernapasan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan malaria serta keterampilan ekstraksi minyak atsiri dan pembuatan lilin aromaterapi sebagai solusi anti-nyamuk. Kegiatan diikuti 30 peserta Kelompok Kader Malaria Khena Mbai, meliputi edukasi interaktif, demonstrasi destilasi minyak atsiri sereh wangi, dan praktik formulasi lilin aromaterapi. Evaluasi menggunakan kuesioner pre/post-test dan uji hedonik menggunakan skala Likert (dengan nilai 1-5). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan malaria sebesar 81% (skor 32,63 ± 11,131 menjadi 87,00 ± 7,497) dan keterampilan teknis sebesar 83% (skor 27,00 ± 11,788 menjadi 88,00 ± 7,138). Uji kesukaan produk menunjukkan tingkat penerimaan sangat baik (aroma 4,7; tekstur 4,3; warna 4,2). Pelatihan praktis ini efektif mengoptimalkan kemampuan kader. Program lanjutan direkomendasikan fokus pada uji efektivitas repelensi, pendampingan produksi, dan legalitas kemasan. Abstract: Yahim Village faces a high risk of malaria (API ≥ 100); however, using bed nets causes discomfort due to heat, while mosquito coils generate smoke that poses respiratory risks. This community service initiative aimed to enhance knowledge regarding malaria prevention and to develop skills in essential oil extraction and aromatherapy candle making as mosquito-repellent solutions. Thirty participants from the Khena Mbai Malaria Cadre Group took part in activities that included interactive education, a demonstration of citronella essential oil distillation, and hands-on practice in formulating aromatherapy candles. Evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires and a hedonic test based on a 1–5 Likert scale. Results showed an 81% increase in average malaria knowledge (scores rising from 32.63 ± 11.131 to 87.00 ± 7.497) and an 83% improvement in technical skills (scores rising from 27.00 ± 11.788 to 88.00 ± 7.138). Product acceptance testing indicated excellent results (aroma: 4.7; texture: 4.3; color: 4.2). This practical training effectively optimized the cadres' capabilities. Follow-up programs are recommended to focus on testing repellent efficacy, providing production support, and addressing packaging compliance.