Farah Noer Fauziyah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tuturan Konstatif (Ilokusi Asertif) dan Dampaknya terhadap Perilaku Tokoh dalam Film Ada Apa dengan Cinta? Tahun 2002 Farah Noer Fauziyah; Ananda Putri Prameswari; Novi; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah; Mulya Tiara Fauziah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2339

Abstract

Tuturan konstatif dalam dialog film tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membentuk respons emosional, sikap, dan tindakan tokoh dalam perkembangan narasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tuturan konstatif atau ilokusi asertif dalam film Ada Apa dengan Cinta? (2002) serta menjelaskan dampaknya terhadap perilaku tokoh dalam konteks adegan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Sumber data berupa dialog film, sedangkan data penelitian terdiri atas 20 tuturan atau rangkaian tuturan yang memenuhi kriteria konstatif/asertif dan menunjukkan konsekuensi terhadap tokoh. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan kerangka Austin dan Searle. Hasil penelitian menunjukkan variasi fungsi berupa menyatakan, menegaskan, mendeskripsikan, melaporkan, memprediksi atau menyatakan keyakinan, mengakui, menanyakan fakta, dan menyatakan niat. Dampak tuturan mencakup keterbukaan, simpati, pemahaman, penolakan, kebingungan, keterkejutan, kesedihan, kemarahan, kepanikan, rasa bersalah, intimidasi, dan penerimaan. Temuan juga menunjukkan bahwa nilai kebenaran proposisi bergantung pada konteks adegan karena sebagian tuturan digunakan untuk mempertahankan diri, menutupi keadaan, atau meyakinkan lawan tutur. Penelitian menyimpulkan bahwa tuturan konstatif/asertif berperan sekaligus sebagai tindakan pragmatik dan perangkat naratif yang menggerakkan konflik serta relasi antartokoh. Kebaruan penelitian terletak pada penghubungan sistematis antara bentuk ilokusi, status proposisi, konteks, dan konsekuensi perlokusi. Kontribusinya memperluas kajian tindak tutur film dari inventarisasi bentuk menuju analisis perubahan perilaku tokoh. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa makna dialog film perlu dipahami melalui hubungan antara isi proposisi, situasi tutur, relasi sosial, dan respons lanjutan, sehingga analisis pragmatik mampu menjelaskan bagaimana ujaran berpartisipasi dalam pembentukan karakter dan perkembangan cerita secara lebih utuh.