Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Makna Konotatif pada Slogan Iklan Makanan di Media Elektronik Najwa Salma Difa; Hanin Mumtazah Putri Widyaningtyas; Said Mursalin; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah; Mulya Tiara Fauziah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2682

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna konotatif dalam slogan iklan makanan Indonesia yang ditayangkan melalui media elektronik menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keenam slogan yang dianalisis membangun struktur lapisan makna, yakni denotatif, konotatif, bahkan mitos. Slogan-slogan ini mengubah produk biasa menjadi simbol nilai-nilai emosional, budaya, dan sosial yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa slogan iklan makanan berfungsi sebagai mekanisme ideologis yang membentuk produk makanan sehari-hari menjadi representasi kenikmatan, keaslian, identitas, dan gaya hidup dalam budaya Indonesia.
DOES E-LEARNING IMPROVE LEARNING OUTCOMES IN ICT-BASED COURSES? AN EXPERIMENTAL APPROACH Ade Fricticarani; Mohamad Bayi Tabrani; Siti Aspariah; Babay Suhendri; Mulya Tiara Fauziah
Jurnal Bisnis Digital Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis Digital, Vol. 4 No. 1 Mei 2026
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/j-bisdig.v4i1.4159

Abstract

The integration of digital technologies in higher education has accelerated the adoption of e-learning, particularly in Information and Communication Technology (ICT)-based courses. However, evidence regarding its effectiveness in improving student learning outcomes remains inconclusive. This study aimed to examine the effect of e-learning on learning outcomes in ICT-based courses using an experimental approach. This research employed a quantitative experimental method with a one-group pretest–posttest design. The participants were 43 undergraduate students from the Information Technology Study Program selected through purposive sampling. Data were collected using pretest and posttest achievement tests and analyzed through descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality testing, paired sample t-test, N-Gain analysis, and Cohen’s d effect size. The results revealed a significant improvement in students’ learning outcomes after the implementation of e-learning. Statistical analysis indicated a significant difference between pretest and posttest scores, supported by a moderate N-Gain score and a large effect size. These findings suggest that e-learning effectively improves students’ learning outcomes in ICT-based courses and offers both academic and practical benefits in technology-oriented learning environments. Therefore, well-designed e-learning systems should be further integrated into higher education, particularly in digitally aligned disciplines.
Analysis of Connotative Meaning as an Element of Dramatization in the Film Gowok: Javanese Kamasutra Tia Permata Sari; Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah; Mulya Tiara Fauziah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090204

Abstract

This study aims to uncover connotative meanings as elements that construct the dramatization in the Gowok: Kamasutra Jawa Indonesia movie. This movie depicts the complex cultural values of Java through the conflict between love, social status, and morality. The method used is descriptive qualitative with the listen-and-note technique, where data is obtained from the characters' utterances that contain connotative meanings based on Leech's semantic theory (1981). The results show that connotative meanings in the movie’s dialogue not only function as language embellishments but also become the main source of energy in building dramatic atmosphere and the characters' inner conflicts. The connotations that emerge reflect the social, cultural, and emotional values of Javanese society, which is still bound by hierarchical structures and politeness. Through the use of symbol-laden language, this film presents a dramatization that not only evokes emotions but also provides a reflection of social reality. 
Tuturan Konstatif (Ilokusi Asertif) dan Dampaknya terhadap Perilaku Tokoh dalam Film Ada Apa dengan Cinta? Tahun 2002 Farah Noer Fauziyah; Ananda Putri Prameswari; Novi; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah; Mulya Tiara Fauziah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2339

Abstract

Tuturan konstatif dalam dialog film tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membentuk respons emosional, sikap, dan tindakan tokoh dalam perkembangan narasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tuturan konstatif atau ilokusi asertif dalam film Ada Apa dengan Cinta? (2002) serta menjelaskan dampaknya terhadap perilaku tokoh dalam konteks adegan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif pragmatik. Sumber data berupa dialog film, sedangkan data penelitian terdiri atas 20 tuturan atau rangkaian tuturan yang memenuhi kriteria konstatif/asertif dan menunjukkan konsekuensi terhadap tokoh. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan kerangka Austin dan Searle. Hasil penelitian menunjukkan variasi fungsi berupa menyatakan, menegaskan, mendeskripsikan, melaporkan, memprediksi atau menyatakan keyakinan, mengakui, menanyakan fakta, dan menyatakan niat. Dampak tuturan mencakup keterbukaan, simpati, pemahaman, penolakan, kebingungan, keterkejutan, kesedihan, kemarahan, kepanikan, rasa bersalah, intimidasi, dan penerimaan. Temuan juga menunjukkan bahwa nilai kebenaran proposisi bergantung pada konteks adegan karena sebagian tuturan digunakan untuk mempertahankan diri, menutupi keadaan, atau meyakinkan lawan tutur. Penelitian menyimpulkan bahwa tuturan konstatif/asertif berperan sekaligus sebagai tindakan pragmatik dan perangkat naratif yang menggerakkan konflik serta relasi antartokoh. Kebaruan penelitian terletak pada penghubungan sistematis antara bentuk ilokusi, status proposisi, konteks, dan konsekuensi perlokusi. Kontribusinya memperluas kajian tindak tutur film dari inventarisasi bentuk menuju analisis perubahan perilaku tokoh. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa makna dialog film perlu dipahami melalui hubungan antara isi proposisi, situasi tutur, relasi sosial, dan respons lanjutan, sehingga analisis pragmatik mampu menjelaskan bagaimana ujaran berpartisipasi dalam pembentukan karakter dan perkembangan cerita secara lebih utuh.