Kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas awal berkaitan dengan kemampuan menghubungkan bentuk kata, bunyi, dan makna secara lancar, sehingga diperlukan tindakan pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga terarah secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan proses pembelajaran dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN 04/II Jaya Setia melalui penggunaan media kartu kata digital bergambar. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas kolaboratif dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes unjuk kerja membaca dengan empat indikator, kemudian dianalisis secara deskriptif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari 65% pada Siklus I menjadi 78% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 61% menjadi 82%. Ketuntasan membaca meningkat dari 58,8% menjadi 82,4%, dengan rerata nilai naik dari 71 menjadi 83. Peningkatan berlangsung setelah media dipadukan dengan pemodelan bunyi, penguraian suku kata, latihan membaca bertahap, giliran individual, umpan balik, dan refleksi. Penelitian menyimpulkan bahwa kartu kata digital bergambar mendukung peningkatan membaca permulaan ketika digunakan sebagai bagian dari rangkaian tindakan pedagogis, bukan sebagai perangkat yang bekerja secara mandiri. Kebaruan penelitian terletak pada penyandingan perubahan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil membaca dalam setiap siklus. Kontribusinya berupa model tindakan kelas yang mengintegrasikan visual relevan, pemodelan fonologis, latihan bertahap, dan umpan balik reflektif untuk mendukung pembelajaran membaca permulaan secara lebih terstruktur. Temuan ini menegaskan pentingnya keterpaduan media dan pedagogi dalam memperkuat hubungan ortografis, fonologis, dan semantis pada pembelajaran membaca di sekolah dasar.