Kosakata keladangan bahasa Muna menyimpan pengetahuan lokal tentang alat, aktivitas, tanaman, kondisi lahan, serta hewan yang berkaitan dengan praktik perladangan, sehingga penguasaannya pada generasi muda penting bagi keberlanjutan bahasa dan pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebertahanan kosakata keladangan bahasa Muna pada remaja di Desa Labunti, Kabupaten Muna, serta memetakan variasi penguasaan antarkosakata dan kelompok usia. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif dalam perspektif sosiolinguistik. Data diperoleh dari 50 remaja penutur bahasa Muna berusia 13–15 tahun melalui angket berisi 50 kosakata, serta didukung observasi, wawancara, dokumentasi, perekaman, dan pencatatan. Analisis dilakukan dengan menghitung proporsi penguasaan tiap kosakata, tingkat penguasaan agregat, dan perbandingan deskriptif antarkelompok usia. Hasil menunjukkan 1.862 dari 2.500 respons mencerminkan penguasaan, sehingga tingkat kebertahanan agregat mencapai 74,48%. Sejumlah kosakata dikuasai seluruh responden, sedangkan ntamelemele, kuhe, kadawa, sirikaeya, karuba, dan beberapa istilah lain dikuasai kurang dari separuh responden. Kelompok usia 15 tahun mencapai penguasaan 92,44%, lebih tinggi daripada kelompok usia 13–14 tahun sebesar 64,38%, tetapi perbedaan tersebut tidak membuktikan pengaruh usia. Penelitian menyimpulkan bahwa kosakata keladangan masih bertahan secara umum, tetapi distribusi penguasaannya tidak merata. Kebaruan penelitian terletak pada pembacaan berlapis yang memadukan angka agregat, variasi antaritem, dan perbandingan kelompok usia secara proporsional. Kontribusinya berupa peta kosakata rentan yang dapat menjadi dasar dokumentasi dan program pelestarian berbasis keluarga, sekolah, komunitas, serta praktik keladangan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pemertahanan kosakata perlu diarahkan pada istilah yang paling rentan dengan menghubungkannya kembali pada benda, kegiatan, cerita, dan interaksi nyata agar pengetahuan lokal tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.