Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Profil Endapan Nikel Laterit di Blok X, Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah Martadiastuti, Vanadia; Winarno, Tri; Marin, Jenian; Abdillah, Muhammad Faiz
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nikel merupakan unsur logam yang bermanfaat untuk berbagai industri. Salah satu kabupaten penghasil bijih nikel yaitu Kabupaten Morowali Utara yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tahun 2020, Morowali Utara memiliki sumberdaya bijih nikel sebesar 487 juta ton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi seperti geomorfologi, litologi, struktur geologi, serta distribusi dan karakteristik profil endapan nikel laterit pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan geologi permukaan, pemerian inti bor, analisis sayatan tipis, dan analisis X-ray Fluoroscence (XRF). Daerah penelitian tersusun atas Satuan Harzburgit, Satuan Dunit, dan Endapan Aluvial. Geomorfologi terbagi menjadi 3 satuan bentuklahan yaitu Satuan Bentuklahan Struktural, Satuan Bentuklahan Denudasional, dan Satuan Bentuklahan Fluvial. Karakteristik zona tanah penutup (top soil) berwarna merah kecoklatan, banyak terdapat akar tanaman, dan berkadar Ni antara 0,619 – 1,028%. Zona limonit berwarna coklat kemerahan dan berkadar Ni antara 0,426 – 1,186%. Zona saprolit berwarna coklat kekuningan dan berkadar Ni antara 0,204 – 1,631%. Zona batuan dasar berwarna hitam kehijauan dengan kadar Ni antara 0,162 – 0,583%.
KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN PETROGENESIS BATUAN BEKU PRODUK GUNUNG PANDAN DI DAERAH GONDANG, BOJONEGORO, JAWA TIMUR Muhammad, Yauman Muafa; Marin, Jenian; Winarno, Tri; Martadiastuti, Vanadia
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Pandan merupakan produk vulkanisme Kuarter di Jawa Timur yang saat ini sudah tidak aktif. Produk vulkanisme berupa batuan beku di antaranya ditemukan di Gunung Watu, Jati, Puru dan Lawang. Secara regional, lokasi penelitian berada di antara volcanic front dan back arc volcano Pulau Jawa yang merupakan hasil subduksi busur kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik geokimia batuan di daerah penelitian, afinitas magma, dan asal tatanan tektonik pembentuknya. Metode yang digunakan di penelitian ini adalah pemetaan geologi, analisis petrologi, dan analisis geokimia dengan x-ray fluorescence (XRF). Daerah penelitian secara umum tersusun atas andesit piroksen dan andesit hornblende dengan tekstur porfiritik. Analisis geokimia menunjukkan batuan termasuk ke dalam jenis high-K andesite dan high-K basaltic andesite. Seiring meningkatnya kandungan SiO2, oksida utama FeO, CaO, dan Al2O3 mengalami penurunan sedangkan K2O mengalami kenaikan. Afinitas magma batuan beku di daerah penelitian adalah high-K calc alkaline. Gunung Pandan berasal dari tatanan tektonik calc-alkali basalt dan island arc basalt serta menunjukkan variasi spasial K2O yang konsisten dengan Gunung Wilis, Lasem, dan Muria.
PEMETAAN RAWAN BENCANA GEOLOGI DI KELURAHAN JABUNGAN, KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG Winarno, Tri; Marin, Jenian; Martadiastuti, Vanadia
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.23824

Abstract

Jabungan adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang menyimpan potensi sebagai tujuan wisata alam. Jabungan memiliki morfologi perbukitan terjal dan secara geologi tersusun dominan oleh batuan vulkaniklastik dan batuan sedimen laut dalam, serta keberadaan struktur geologi. Kondisi tersebut menyebabkan adanya potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan kekeringan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memetakan daerah yang berpotensi bencana alam tersebut menjadi zonasi kerawanan bencana longsor, banjir, dan kekeringan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi geologi lapangan dan analisis geospasial dengan raster calculator untuk menentukan zona rawan bencana. Parameter yang digunakan adalah litologi, curah hujan, kelerengan, dan tata guna lahan.  Hasil kegiatan adalah tersedianya peta rawan bencana Kelurahan Jabungan yang disajikan dalam media informasi berupa poster yang diharapkan menjadi dasar dalam melakukan mitigasi bencana alam. Selain itu juga agar diadikan acuan bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal untuk meminimalisir terjadinya bencana.
Isotope Analysis of 18O and 2H: A Coastal Confined Aquifer Case Study Nugraheni, Vania Salsabila Anabel; Santi, Narulita; Putranto, Thomas Triadi; Marin, Jenian; Hidayatillah, Ahmad Syauqi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.909-921

Abstract

In 2023, groundwater quality in Semarang declined due to excessive extraction, leading to land subsidence and reduced groundwater availability. Prolonged dry seasons caused drought in ten villages across five sub-districts. This study aims to investigate geological conditions, groundwater flow patterns, and the spatial distribution of pH, TDS, hardness, electrical conductivity, and major ions (Na⁺, Ca²⁺, Cl⁻, and HCO₃⁻). Additionally, it seeks to interpret groundwater evolution through Gibbs diagram analysis and identify groundwater origins using stable isotopes (¹⁸O and ²H). The methodology involves stable isotope analysis to trace groundwater sources and evaluate d-excess values, which are linked to drought conditions and recharge mechanisms. Water chemistry analysis was performed to characterize ion concentrations, while the Gibbs diagram was used to identify the dominant geochemical processes influencing groundwater. The study area comprises claystone, marl, sandstone, volcanic breccia, and alluvium, with 60 sampling points spanning Upper and Lower Semarang. Water types identified include NaHCO₃, NaCl, CaHCO₃, MgHCO₃, and NaSO₄. NaHCO₃ was the most common, followed by NaCl and CaHCO₃. Isotope analysis revealed several points with d-excess <10 (e.g., SB-10L, SB-20L, SA-4, SA-8, SA-29), indicating groundwater recharge from modern rainfall, typically characterized by d-excess values >10.