Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Fisik Dedak Fermentasi dengan Penambahan EM4 dan Lama Penyimpanan Berbeda Alwi, Windawati; Hadrawi, Jumatriatikah; Nur, Khaeriyah; Fitriastuti, Rahma
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.68-74

Abstract

Kualitas fisik bahan pakan penting untuk diketahui agar dapat memperhitungkan penyimpanan serta kualitas dari bahan pakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik dedak fermentasi dengan penambahan EM4 dan lama penyimpanan berbeda. Pembuatan dedak fermentasi dilakukan dengan penambahan EM4 berbeda. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan. Faktor A adalah dedak dengan penambahan EM4 berbeda (P0 = dedak, P1 = dedak dengan penambahan 5 ml EM4, P2 = dedak dengan penambahan 10 ml EM4 dan faktor B adalah lama penyimpanan (0, 2 dan 3 minggu). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi (P>0,05) antara kadar EM4 dan lama penyimpanan terhadap warna, aroma dan Ph. Namun memiliki interaksi terhadap tekstur dan jamur. Kesimpulan yang diperoleh perlakuan dedak fermentasi berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau, jamur dan pH. Sedangkan lama penyimpanan berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau dan jamur. Dedak fermentasi lebih baik disimpan tidak lebih dari 2 minggu.
Kualitas Fisik Berbagai Sampel Bahan Pakan Sumber Protein yang Disimpan di Laboratorium Nutrisi Ternak Fitriastuti, Rahma; Fitriani, Fitriani
Journal Gallus Gallus Vol 3 No 2 (2025): Edisi Maret, Jurnal Gallus Gallus (2025)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v3i2.641

Abstract

Pemeliharaan dan penyimpanan bahan umum merupakan hal yang sangat penting di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan mutu fisik beberapa jenis bahan pakan sumber protein yang merupakan bahan umum di Laboratorium Nutrisi Ternak, yaitu tepung ikan, dried distillers grains with solubles (DDGS), meat bone meal (MBM), dan bungkil kedelai, selama penyimpanan di Laboratorium Nutrisi Ternak. Sampel disimpan dalam tiga jenis kemasan berbeda (toples kaca, plastik PP single sealed dan toples plastik) dan diamati pada pekan ke-0, 2, 4, dan 6. Parameter yang dikaji meliputi kadar air serta karakteristik organoleptik seperti warna, aroma, dan tekstur. Pengamatan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa lama simpan dan jenis kemasan memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas fisik bahan pakan. Kemasan toples kaca lebih efektif menjaga kestabilan kadar air dibandingkan kemasan lainnya. Beberapa bahan pakan menunjukkan perubahan warna dan aroma, khususnya setelah penyimpanan lebih dari empat pekan. Berdasarkan hasil tersebut, pemilihan jenis kemasan yang sesuai menjadi faktor penting dalam menjaga mutu fisik bahan pakan selama penyimpanan laboratorium.
Evaluasi Modifikasi Metode Analisis Serat Kasar Bahan Pakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Politeknik Pertanian Negeri Pangkep: Evaluation of Modified Methods for Analyzing Crude Fiber in Feed at Animal Nutrition Laboratory of Pangkep State Polytechnic of Agriculture Fitriastuti, Rahma; Udin, Nurbaya; Alwi, Windawati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 29 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v29i1.37592

Abstract

Background: Crude fiber in feedstuffs is the most important point in determining nutrient digestibility in livestock. The crude fiber analysis method in feed ingredients that is commonly used as a reference is the Weende Method. This reference method of crude fiber analysis requires quite a lot of reagent solutions. To improve the efficiency of chemical use and waste, it is necessary to modify the analysis method. The use of modified analytical methods needs to be done through validation of the method in the laboratory. Purpose: This study aims to evaluate the modification of the Weende Method to reduce the number of samples and reagents, thereby reducing waste and increasing cost efficiency. Methods: This study analyzed several forage feed ingredients (indigofera flour, elephant grass and rice straw) using the Weende method and its modification conducted for 7 days. The accuracy test was carried out with a complete randomized design with two replications and data analysis with the T test. In addition, the method validation test was continued which included the recovery value and repeatability. Results: The results of the study showed that the modified method for analyzing roughage did not differ significantly from the reference method (Weende Method). The recovery values ranged from 99.60% to 100.58%, and the precision test yielded coefficient of variation (CV) values ranging from 0.38% to 0.74%. The precision values were lower than the CV of the Horwitz analysis, demonstrating that the modified method provided satisfactory repeatability. Conclusion: Finally, the modified method for analyzing roughage, which uses half the amount of reagents and samples, can be effectively utilized as an analysis method in the laboratory (in-house).