Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penggunaan disinfektan sebagai upaya pencegahan penyakit pada Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nur, Khaeriyah; Suparmin, Yuliani; Pradhany, Risha Catra
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 3 No 1 (2024): Edisi Mei
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v3i1.821

Abstract

Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung galur baru yang berasal dari hasil seleksi genetik oleh tim peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Ayam ini memiliki keunggulan dalam konsumsi pakan yang lebih efisien, daya tahan tubuh yang baik, serta produksi telur yang lebih tinggi dibandingkan ayam kampung lain. Hal inilah yang menyebabkan usaha budidaya ayam KUB makin meningkat. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pemeliharaan ayam KUB. Selain faktor manajemen pemeliharaan meliputi perkandangan dan pakan, faktor kesehatan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat saat ini berbagai penyakit infeksius masih menjadi hal yang paling mengancam produktivitas ternak. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi, vitamin dan sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan merupakan hal yang paling sederhana dilakukan namun memberikan dampak yang luar biasa dalam pencegahan berbagai penyakit infeksius. Program sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan penyemprotan desinfektan pada kandang maupun peralatan sehingga hal ini menjadi salah satu program mencegahan penyakit pada budidaya ayam KUB. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan program penyuluhan pentingnya desinfektan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit pada ayam KUB serta pemberian desinfektan dalam manajemen pemeliharaan dan budidaya ayam KUB. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok ternak di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep karena daerah ini memiliki potensi yang baik dalam pengembangan bisnis ayam kampung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produktifitas ayam KUB selama masa pemeliharaan. Hal tersebut disebabkan karena berbagai upaya dari berbagai sektor dilakukan seoptimal mungkin sehingga kedepannya budidaya ayam KUB di Pulau Sabutung dapat menjadi sebagai salah satu prospek bisnis yang dapat dikembangkan.
Pelatihan pembuatan probiotik ragi dan bakteri asam laktat (RABAL) di Desa Moncongloe Kabupaten Maros Sari, Anita; Nur, Khaeriyah
JatiRenov: Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol 2 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jatirenov.v2i2.712

Abstract

Usaha ternak itik menjadi alternatif usaha yang menjanjikan karena daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan dan mempunyai pangsa pasar tertentu dan cukup menguntungkan. Desa Moncongloe merupakan salah satu lokasi Desa di Kabupaten Maros yang membudidayakan itik. Kendala-kendala yang dihadapi peternak itik selama ini adalah itik sering mengalami penurunan nafsu makan, mudah terserang penyakit, laju pertumbuhan itik lambat sehingga memperlama masa panen dan tingginya konversi pakan sehingga biaya produksi meningkat. Dalam rangka membantu memecahkan permasalahan peternak itik di desa Moncongloe maka dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan praktik pembuatan probiotik RABAL (ragi dan bakteri asam laktat) sebagai nutrisi tambahan pada pakan. Hasil evaluasi dari kegiatan didapatkan 85% peternak telah memiliki keterampilan dalam pembuatan probiotik ragi dan bakteri asam laktat, dan 80% menyatakan bahwa rasio konversi pakan menurun dan kesehatan itik mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemberian Probiotik ragi dan bakteri asam laktat sebagai pakan imbuhan dapat meningkatkan kesehatan dan dapat menurunkan rasio konversi pakan sehingga memberikan dampak ekonomis terhadap usaha peternakan itik.
Analisis penerapan teknologi pertanian dalam sistem budidaya tanaman pangan untuk peningkatan produksi dan pendapatan usahatani di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Kumalawati, Zahraeni; Abdullahi, Alima Bachtiar; Wadi, Ahmad; Malle, Sriwati; Sani, Asrianti; Akshan, Fitriana; Nur, Khaeriyah; Anita, Anita; Alfarisy, Muh Yazir; Nursaba, Nursaba; Rani, Rani
Agrokompleks Vol 25 No 1 (2025): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i1.920

Abstract

Pengembangan tanaman pangan di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di wilayah Kabupaten Pangkep masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan pangannya dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dengan optimal agar status ketahanan pangan saat ini dapat ditingkatkan dari kategori tahan menjadi sangat tahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sumber daya petani serta menganalisis penerapan penggunaan teknologi (pola tanam, luas lahan, mekanisasi, penggunaan pupuk dan pestisida) dalam sistem budidaya tanaman pangan yang dapat mendorong peningkatan produksi serta pendapatan usahatani masyarakat di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kanaungan dan Desa Bara Batu Kecamatan Labbakkang Kabupaten Pangkajene Kepulauan, pada Agustus hingga Desember 2024. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sebagai wilayah usaha tani komoditas tanaman pangan. Metode pengumpulan data adalah observasi dan wawacara untuk memperoleh data primer responden menggunakan daftar pertanyaan terstruktur (kuesioner) yang ditabulasi dan diuraikan secara deskriptif. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) meliputi faktor produksi (luas lahan) dan penerapan beberapa teknologi budidaya, terhadap produksi usaha tani tanaman pangan sebagai variabel dependen (Y). Hasil penelitian menunjukkan masyarakat dengan usia produktif mendominasi pelaku usaha tani (91.67%) tanaman pangan di Kabupaten Pangkep dengan latar belakang pendidikan dasar hingga menengah menjadi faktor pembatas penerapan inovasi teknologi budidaya. Hasil analisis regresi menunjukkan faktor luas lahan secara tunggal maupun bersama beberapa variabel penerapan teknologi secara simultan berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi. Nilai koefisien regresi memperlihatkan setiap penambahan nilai variabel luas lahan, penggunaan alsintan dan pupuk menaikkan produksi usahatani tanaman pangan. Produksi 5 ton per musim tanam yang dicapai masyarakat masih diharapkan dapat ditingkatkan lagi.
Analisis Tingkat Kepuasan Peternak Ayam Broiler Terhadap Pelaksanaan Kemitraan di PT Jass Mandiri Sejahtera Ukke, A. Tenri; Abdullahi, Alima Bachtiar; Nur, Khaeriyah
Journal Gallus Gallus Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Gallus Gallus (2022)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan ayam broiler di Indonesia cenderung dilakukan dan dijalankan dengan menggunakan sistem kemitraan. Kemitraan merupakan hubungan atau jalinan kerjasama sebagai mitra yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dan pengusaha menengah atau besar (perusahaan mitra). Untuk itu, hubungan mitra dengan peternak perlu terus dikembangkan khususnya pada pelayanan perusahaan kemitraan. Berdasar dari hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untukmenganalisis tingkat kepuasan peternak ayam Broiler terhadap pelaksanaan kemitraan dengan PT Jass Mandiri Sejahtera. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 di Desa Alesipitto Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan metode survei. Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu wawancara, observasi dan analisis data. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peternak ayam broiler yang ada di Desa Alesipitto yang bekerjasama dengan PT Jass Mandiri Sejahtera sebanyak 6 orang peternakan, sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh yaitu semua jumlah populasi. Metode analisis data yang dilakukan adalah analisis indeks kepuasan peternak dengan bobot penilaian: untuk kerja nyata meliputi sangat tidak yakin, kurang yakin, netral, yakin dan sangat yakin masing-masing dengan skor berturut-turut mulai 1-5. Sedangkan untuk kerja harapan meliputi sangat tidak berharap, kurang berharap, netral, berharap, dan sangat berharap masing-masing dengan skor 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peternak ayam broiler terhadap pelaksanaan kemitraan di PT Jass Mandiri Sejahtra masing-masing 50% merasa puas 50% merasa tidak puas. Hal ini terjadi karena jumlah responden yang memilih tingkat kinerja nyata dan kinerja harapan sama jumlahnya.
Analisi Usaha Ayam Kampung Super dengan Pemberian Pakan Herbal Sari, Anita; Nur, Khaeriyah
Journal Gallus Gallus Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Gallus Gallus (2023)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ayam kampung super memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan prospek lebih unggul bila dibandingkan dengan budidaya jenis hewan unggas lainnya. Selain masa panen yang relatif singkat, harga jualnya juga stabil karena citarasa daging yang hampir sama dengan ayam kampung. Dalam sistem pemeliharaan ayam kampung super, terdapat masalah yang menjadi tantangan bagi peternak yaitu tingginya angka kematian pada anak ayam kampung super di usia dua bulan kebawah. Salah satu solusi yang dilakukan oleh peternak adalah pemberian antibiotik tapi pemberian antibiotik dapat menyebabkan residu pada daging. Peternak dapat mengganti antibiotik dengan pemberian ekstrak daun pepaya yang secara ilmiah pada level 0,2 persen dapat digunakan sebagai fitobiotik pada unggas . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan usaha budidaya ayam kampung super dengan pemeliharaan secara konvensional dan pemberian herbal (ekstrak daun pepaya). . Penelitian ini dilaksanakan selama kurun waktu tiga bulan dengan sampel 100 ekor ayam kampung super. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan Pemeliharaan ayam kampung super dengan pemberian herbal ekstrak daun pepaya secara nyata (P<0,05) meningkatkan pendapatan Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keuntungan usaha budidaya ayam kampung super dengan pemberian herbal (R/C ratio 1,37) lebih tinggi dari keuntungan yang diperoleh dari pemeliharaan secara konvensional (R/C ratio 1,16)
ANALISIS FINANSIAL USAHA BREEDING TERNAK SAPI POTONG DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN EKSTENSIF DI DESA BINUANG, KECAMATAN LIBURENG KABUPATEN BONE selvi, A.; Nur, Khaeriyah; Harifuddin, Harifuddin
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Gallus Gallus (2023)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v2i1.428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis Finansial Usaha breeding ternak sapi potong dengan sistem pemeliharaan ekstensif. Responden yang dijadikan sampel pada penelitian ini sebanyak 67 orang. Data dianalisis menggunakan rumus analisis data dengan rumus analisis Finansial Usaha dengan kriteria seperti, R/C; B/C; PP dan ROI. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pendapatan usaha breeding ternak sapi potong dengan sistem pemeliharaan ekstensif yaitu pada tiga skala kepemilikan ternak <6, 6-10, dan 10-15, berturut-turut sebesar, Rp.14.135.346,-/periode; Rp.19.875.082,-/periode; Rp. 40.751.880,-/periode. Secara Finansial Usaha breeding ternak sapi potong dengan sistem pemeliharaan ekstensif layak untuk dijalankan dengan nilai perhitungan kriteria R/C bertutut-turut sebesar, 6,03; 6,91; 6,78; nilai B/C secara berturut-turut sebesar, 5,03; 5,91; dan 6,78. Nilai PP secara berturut-turut sebesar : 0,74; 0,90; dan 0,76. dan ROI berturut-turut sebesar 1,34%; 1,11%; dan 1,32%.
Analisis Pendapatan Usaha Dangke Dengan Perbedaan Konsentrasi Getah Pepaya Di Desa Cendana Kabupaten Enrekang Mihrani, Mihrani; Hajrah, St.; Nur, Khaeriyah; Aisyah, Aisyah; Sukriya, Aminata
Journal Gallus Gallus Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Gallus Gallus (2024)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v3i1.514

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Desa Cendana Kabupaten Enrekang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis perbedaan jumlah pendapatan dari usaha dangke dari penggunaan konsentrasi getah pepaya yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan kondisi variabel penelitian yaitu besarnya pendapatan yang diperoleh pelaku usaha produksi dangke untuk mengetahui potensi usaha produksi dangke di Desa Cendana Kabupaten Enrekang. Adapun sampel yang di gunakan dalam penelitian yaitu sebanyak 15 Orang Dengan Menggunakan Rumus Purprosive sumpeling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Pendapatan produksi dangke yang menggunakan 15 liter susu sapi sebesar Rp 115.563 dan Rp 1.046.625. sedangkan produksi dangke yang menggunakan 20 liter susu sapi sebesar Rp 906.825 dan Rp 2.071.292. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah di lakukan maka dapat disimpulkan bahwa usaha produksi dangke yang memiliki perbedaan konsetrasi getah pepaya di Desa Cendana Kabupaten Enrekang memperoleh keuntungan.
Pengaruh Suplementasi Tepung Jintan Hitam dan Tepung Daun Mengkudu terhadap Organ Reproduksi Puyuh Betina Masir, Ummul; Alwi, Windawati; Nur, Khaeriyah; Zulkarnain, Ahmad; Permatasari, Gita
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.939

Abstract

Quail (Coturnix coturnix japonica) is an egg-producing poultry species whose optimal egg production relies on reproductive health, which can be supported by adding herbal supplements to the feed. This study investigated the potential of black cumin meal (BCM) and noni leaf meal (NLM) on the reproductive quality of female quail. Ninety-six heads of quails aged 66 days were maintained for 28 days with the following treatment: T0= Basal Feed (BF); T1= BF + 1% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 3% NLM; T2= BF + 2% BCM + 2% NLM; T3= BF + 3% BCM + 1% NLM. Two head quails in each unit were necropsied to observe the parameters of the study, such as: weight and length of the oviduct, oviduct presentation, reproductive organ presentation, ovary weight, number and weight of yellow follicles, and weight of white follicles. The data were analyzed using a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. The results showed that BCM and NLM supplementation only affected the weight of the oviduct and ovary (P<0.05); otherwise, there was no effect (P>0.05). No additional protein source is responsible for this finding; instead, the antioxidant content of the supplement serves to maintain livestock health. A combination of BCM and NLM can be recommended as a feed supplement at a rate of up to 1-3%.
Kualitas Fisik Dedak Fermentasi dengan Penambahan EM4 dan Lama Penyimpanan Berbeda Alwi, Windawati; Hadrawi, Jumatriatikah; Nur, Khaeriyah; Fitriastuti, Rahma
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.68-74

Abstract

Kualitas fisik bahan pakan penting untuk diketahui agar dapat memperhitungkan penyimpanan serta kualitas dari bahan pakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik dedak fermentasi dengan penambahan EM4 dan lama penyimpanan berbeda. Pembuatan dedak fermentasi dilakukan dengan penambahan EM4 berbeda. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan. Faktor A adalah dedak dengan penambahan EM4 berbeda (P0 = dedak, P1 = dedak dengan penambahan 5 ml EM4, P2 = dedak dengan penambahan 10 ml EM4 dan faktor B adalah lama penyimpanan (0, 2 dan 3 minggu). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi (P>0,05) antara kadar EM4 dan lama penyimpanan terhadap warna, aroma dan Ph. Namun memiliki interaksi terhadap tekstur dan jamur. Kesimpulan yang diperoleh perlakuan dedak fermentasi berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau, jamur dan pH. Sedangkan lama penyimpanan berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau dan jamur. Dedak fermentasi lebih baik disimpan tidak lebih dari 2 minggu.
Quail Carcass Performance Using Additional Feed Combination Of Noni Leaf Flour And Black Cumin Flour Nur, Khaeriyah; Abdullahi, Alima Bachtiar
Journal of Applied Veterinary Science And Technology Vol. 5 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/javest.V5.I2.2024.109-114

Abstract

Background: Digestive disorders can attack quail and will have an impact on reducing their productivity, such as live weight, abdominal fat weight, and decreased carcass performance. Purpose: Providing additional feed from herbal plants in the form of noni flour and black cumin flour can overcome digestive system problems because they contain active substances that are useful as feed supplements, anti-inflammatory, anti-bacterial and others for the livestock's body. Method: The research design was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, each replication consisting of 6 quail. Feed treatments were P0: commercial feed (control), P1 = commercial feed + 1% black cumin flour + 3% noni leaf meal, P2 = commercial feed + 2% black cumin flour + 2% noni leaf meal, P3 = commercial feed + black cumin flour 3% + noni leaf flour 1%. The data was then analyzed using analysis of variance (ANOVA).  Results: The results showed that the treatment given had a significant effect on the percentage of quail carcass weight. The P3 treatment was significantly higher than the other treatments, whereas the P2 treatment was the lowest compared to the other treatments, while the P0 and P1 treatments were not significantly different. Other parameters did not have a significant effect on the percentage of quail abdominal fat, pH, percentage of water holding capacity, and percentage of cooking loss of quail meat.  Conclusion:  In conclusion, the treatment had a significant effect on the percentage of quail carcass weight, while it had no significant effect on the percentage of quail abdominal fat, pH, percentage of water holding capacity, and percentage of cooking loss of quail meat.