Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran Ranah Psikomotor Mata Pelajaran Fikih Program Khusus di MAN 1 Surakarta Amalia, Intan Nur; Setianingsih, Wahyu; Azzahra, Faritsa; Inayati, Nurul Latifatul
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4704

Abstract

Evaluasi pembelajaran adalah proses atau mekanisme pengumpulan data mengenai capaian pembelajaran yang dilakukan secara sistematis dan terencana melalui instrumen tertentu. Dilihat dari ranahnya, evaluasi hasil belajar terbagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah psikomotor adalah hasil pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menerima pengalaman belajar tertentu yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi pembelajaran dalam ranah psikomotor mata pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Narasumber berasal dari salah satu guru mata Pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta yaitu ustad Aswin Zunan. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa evaluasi pembelajaran yang digunakan pada mata Pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta lebih mengedepankan terhadap literasi arab dan biasanya yang digunakan dalam evaluasi ranah psikomotor yaitu peserta didik diminta untuk membaca kitab lalu peserta didik diminta untuk menjelaskan maksud dari isi kitab yang diminta.
Evaluasi Pembelajaran Ranah Psikomotor Mata Pelajaran Fikih Program Khusus di MAN 1 Surakarta Amalia, Intan Nur; Setianingsih, Wahyu; Azzahra, Faritsa; Inayati, Nurul Latifatul
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v6i2.4704

Abstract

Evaluasi pembelajaran adalah proses atau mekanisme pengumpulan data mengenai capaian pembelajaran yang dilakukan secara sistematis dan terencana melalui instrumen tertentu. Dilihat dari ranahnya, evaluasi hasil belajar terbagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah psikomotor adalah hasil pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menerima pengalaman belajar tertentu yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi pembelajaran dalam ranah psikomotor mata pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Narasumber berasal dari salah satu guru mata Pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta yaitu ustad Aswin Zunan. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa evaluasi pembelajaran yang digunakan pada mata Pelajaran fikih program khusus di MAN 1 Surakarta lebih mengedepankan terhadap literasi arab dan biasanya yang digunakan dalam evaluasi ranah psikomotor yaitu peserta didik diminta untuk membaca kitab lalu peserta didik diminta untuk menjelaskan maksud dari isi kitab yang diminta.
Pemanfaatan Deep Learning untuk Klasifikasi Kanker Kulit Menggunakan Few-shot Learning Berbasis Prototypical Networks dan Backbone EfficientNet-B0 Setianingsih, Wahyu; Setyaningsih, Putry Wahyu
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 7 No 1 (2025): June (2025)
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v7i1.7245

Abstract

The utilization of Artificial Intelligence in the current era of technological development is increasingly popular, especially in the field of health. The increasing number of skin cancer cases globally is of particular concern today. Therefore, a classification model utilizing deep learning was developed to assist in the effective diagnosis process. However, data limitations and imbalances are often an issue in training skin cancer classification models. This research develops a skin cancer classification model using the Few-shot Learning approach with Prototypical Networks architecture and EfficientNet-B0 backbone. The research aims to develop an image-based skin cancer classification model and evaluate how effectively the model performs in classifying various types of skin lesions. Experimental results show that increasing k-shots has a positive impact on model accuracy. The best results were obtained in the 10-shot 15-query scheme with an accuracy value of 86.73% and supported by an ROC AUC value of 94%. This study proves that the few-shot learning approach with Prototypical Networks architecture and EfficientNet-B0 backbone is effective for skin cancer classification under limited dataset conditions. This model also has the potential to be an early diagnosis tool.
Inovasi Media Papan JELIA (Jelajah Alam Ceria) dalam Pembelajaran Kontekstual Materi Ekosistem untuk Meningkatkan Aktivitas Penyusunan Rantai Makanan pada Siswa SD Qoriah, Aisyah Nur; Fatikasari, Alif Aisah; Setiyaningrum, Adinda Putri; Setianingsih, Wahyu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107208

Abstract

Innovative learning media is very important to convey information about ecosystems that are often considered less interesting by elementary school students. One tool that has been developed is the JELIA (Jelajah Alam Ceria) board, a contextualized game-based media designed to assist students in understanding the concepts of food chains and ecosystems in a funway. This study aims to evaluate the role of the JELIA board in increasing student activity in organizing food chains. The method used was a literature review to analyze the effectiveness of the JELIA board in teaching ecosystem materials. In addition, validation from experts showed a feasibility score of more than 85%, and positive responses from students and teachers confirmed that this media is practical, interesting, and relevant to their daily lives. The application of the JELIA board also contributed to a significant increase in learning outcomes, from an average of 50% to 85%. Therefore, the JELIA board has the potential to be an effective alternative in learning that supports a contextual approach to ecosystem material in IPAS lessons in elementary schools. This study recommends that teachers continue to develop context-based learning media to make learning more meaningful and relevant for students.  Media pembelajaran yang inovatif sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang ekosistem yang sering kali dianggap kurang menarik oleh murid-murid sekolah dasar. Salah satu alat yang telah dikembangkan adalah papan JELIA (Jelajah Alam Ceria), sebuah media berbasis permainan yang kontekstual yang dirancang untuk membantu siswa dalam memahami konsep rantai makanan dan ekosistem dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran papan JELIA dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam menyusun rantai makanan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur atau tinjauan pustaka untuk menganalisis efektivitas papan JELIA dalam pengajaran materi ekosistem. Selain itu, validasi dari para ahli menunjukkan skor kelayakan lebih dari 85%, dan respon positif dari siswa dan guru menegaskan bahwa media ini praktis, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Penerapan papan JELIA juga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar yang signifikan, dari rata-rata 50% menjadi 85%. Oleh karena itu, papan JELIA memiliki potensi untuk menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran yang mendukung pendekatan kontekstual terhadap materi ekosistem dalam pelajaran IPAS di sekolah dasar. Kajian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan media pembelajaran berbasis konteks untuk membuat pembelajaran semakin bermakna dan relevan bagi siswa.