Potensi bahaya bencana banjir di Kabupaten Klaten termasuk dalam kelas tinggi berdasarkan kajian resiko bencana nasional Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2022 sampai dengan 2026. Empat kecamatan di Kabupaten Klaten yang mengalami kejadian banjir lebih dari tiga kali selama tahun 2023 yaitu, Kecamatan Bayat, Cawas, Karangdowo, dan Juwiring, dimana kecamatan tersebut dilewati oleh sungai dengkeng yang merupakan anak sungai dari sungai bengawan solo. Upaya untuk melakukan mitigasi atas bahaya tersebut tidak dapat dilakukan tanpa memiliki peta kerawanan banjir. Selain itu, faktor atau kriteria penyebab banjir perlu diketahui agar mitigasi berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran wilayah yang mengalami kerawanan banjir dengan menggunakan metode AHP serta analisis spasial dengan SIG dalam penyajian peta. Hasil analisis menggunakan AHP memberikan urutan faktor atau kriteria yang berpengaruh atas bahaya banjir. Secara berurutan, kriteria yang berpengaruh atas kerawanan banjir di Kecamatan Cawas yaitu curah hujan, jarak terhadap sungai, tata guna laha, kemiringan lereng dan jenis tanah. Selain itu, hasil prediksi wilayah yang mengalami kerawanan banjir dengan metode AHP dilakukan perbandingan dengan data kejadian yang dihimpun dari website BPBD. Hasilnya terdapat kesamaan atas analisis metode AHP terkait wilayah yang mengalami kerawanan tinggi. Selain itu, terdapat perbedaan pada Desa Karangasem, dimana menurut data kejadian dari website BPBD pernah mengalami banjir atau luapan sungai sedangkan analisis AHP desa tersebut memiliki kelas rendah. Kata Kunci: Kerawanan banjir, AHP, SIG dan Pemetaan.