Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of UHPFRC Material Coating As A Reinforcement Material Reinforced Concrete Column Bakara, Ricky
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1603

Abstract

Damage to reinforced concrete structures, especially column structures, cannot be avoided. Therefore, reinforcing reinforced concrete structures is a must. The damage was caused by an earthquake and loads that exceeded the building's carrying capacity. To extend the service life of reinforced concrete structures, one of the methods used is to repair damaged structures. UHPFRC is a type of construction material that continues to develop and continues to be researched. In this study, there were 4 samples of reinforced concrete columns, one reinforced concrete column was designated as the control column and the other 3 reinforced concrete columns were tested with a load equal to 50% of the maximum load capacity of the control column. The damaged reinforced concrete columns were then reinforced with UHPFRC, with thickness variations of 10, 15 and 20 mm. Test results of reinforced concrete columns are described and analyzed graphically using the basic formula of reinforced concrete columns. The test results show that the maximum load obtained increases in all columns coated with UHPFRC. The increase in each column compared to the control column was 57.05%; and 269.54%. Also, reinforced concrete columns with layers of UPHFRC of different thicknesses are abbreviated with a CC-0 value of 11.62 mm; RCS-1 14.58mm; and the 20.59mm RCS-2. The increase in the maximum load obtained by each column shows that column repair with UHPFRC layers is possible as a reinforcement material for reinforced concrete columns in earthquake-prone areas. 
Analisis Faktor Penyebab Pembengkakan Biayakonstruksi (Cost Overrun) Pada Proyek Konstruksi Di Kota Medan Ilhamsyah Siregar, Sutan; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibuan, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3005

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Medan tidak terlepas dari risiko terjadinya cost overrun, sehingga penting menganalisis faktor penyebab tersebut untuk mengantisipasi terjadinya cost overrun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cost overrun pada proyek konstruksi; menganalisis nilai bobot faktor penyebab cost overrun; dan menganalisis faktor dominan penyebab cost overrun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 13 responden secara purposive sampling pakar/ahli konstruksi. Analisis data menggunakan Rater Aiken dan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan kajian pustaka diperoleh 33 faktor lalu direduksi menjadi 27 faktor. Diperoleh 8 faktor dominan penyebab cost overrun berdasarkan Validitas Aiken (V) > 0,8, berurut mulai peringkat tertinggi: X6 (Kesalahan pekerjaan (rework)), X14 (Kesalahan perencanaan biaya), X5 (Kemampuan/produktivitas kerja tim yang buruk) , X3 (project manager tidak kompeten dan kurang berpengalaman), X7 (Waktu pelaksanaan lebih lama dari waktu yang direncanakan), X20 (pengendalian biaya buruk), X8 (kurangnya tenaga kerja terampil (kualitas pekerja buruk)), dan X9 (kurangnya pengalaman kontraktor dan koordinasi yang buruk antara kontraktor dengan pihak lainnya). Sedangkan satu faktor tambahan dari pakar/ahli adalah X32 (Kurangnya peralatan dan alat kerja). Penelitian ini menyarankan agar kontraktor memperhatikan faktor dominan untuk menghindari cost overrun dan menyarankan peneliti selanjutnya fokus pada besarnya nilai cost overrun.
Prioritas Pemilihan Tipe Fondasi Jembatan Gantung Cubancer Menggunakan Metode AHP dan Topsis Tampubolon, Gustav Reynold; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibua, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.62242

Abstract

Dalam konteks perencanaan jembatan, tantangan yang dihadapi dalam pemilihan fondasi yang tepat menjadi faktor krusial untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan struktur. Dalam prosesnya, umumnya pembangunan jembatan memiliki permasalahan teknis dan nonteknis. Permasalahan nonteknis tersebut dapat jumpai seperti ketersediaan material, aksesibilitas, dan kemudahan pengerjaan. Jembatan gantung Cubancer, sebagai salah satu jenis jembatan yang kompleks, memerlukan pendekatan yang sistematis dalam menentukan fondasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bobot kriteria dalam perencanaan jembatan dan menentukan prioritas alternatif desain fondasi jembatan gantung Cubancer menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang berpengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan jembatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria konstruksi memiliki bobot tertinggi (0,488) dalam metode AHP, sedangkan dalam metode TOPSIS, biaya pelaksanaan dan waktu pelaksanaan memiliki nilai kepentingan tertinggi (4,778). Prioritas alternatif desain fondasi jembatan menunjukkan bahwa fondasi langsung adalah pilihan terbaik dengan skor AHP sebesar 4,204 dan skor TOPSIS sebesar 0,867. Penggunaan metode AHP dan TOPSIS dapat memberikan keputusan yang lebih objektif dan tepat dalam pemilihan fondasi jembatan.
Analisis Faktor Penyebab Pembengkakan Biayakonstruksi (Cost Overrun) Pada Proyek Konstruksi Di Kota Medan Ilhamsyah Siregar, Sutan; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibuan, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3005

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Medan tidak terlepas dari risiko terjadinya cost overrun, sehingga penting menganalisis faktor penyebab tersebut untuk mengantisipasi terjadinya cost overrun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cost overrun pada proyek konstruksi; menganalisis nilai bobot faktor penyebab cost overrun; dan menganalisis faktor dominan penyebab cost overrun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 13 responden secara purposive sampling pakar/ahli konstruksi. Analisis data menggunakan Rater Aiken dan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan kajian pustaka diperoleh 33 faktor lalu direduksi menjadi 27 faktor. Diperoleh 8 faktor dominan penyebab cost overrun berdasarkan Validitas Aiken (V) > 0,8, berurut mulai peringkat tertinggi: X6 (Kesalahan pekerjaan (rework)), X14 (Kesalahan perencanaan biaya), X5 (Kemampuan/produktivitas kerja tim yang buruk) , X3 (project manager tidak kompeten dan kurang berpengalaman), X7 (Waktu pelaksanaan lebih lama dari waktu yang direncanakan), X20 (pengendalian biaya buruk), X8 (kurangnya tenaga kerja terampil (kualitas pekerja buruk)), dan X9 (kurangnya pengalaman kontraktor dan koordinasi yang buruk antara kontraktor dengan pihak lainnya). Sedangkan satu faktor tambahan dari pakar/ahli adalah X32 (Kurangnya peralatan dan alat kerja). Penelitian ini menyarankan agar kontraktor memperhatikan faktor dominan untuk menghindari cost overrun dan menyarankan peneliti selanjutnya fokus pada besarnya nilai cost overrun.
Pengaruh Lapisan Material Uhpfrc Sebagai Material Perkuatan Kolom Beton Bertulang Bakara, Ricky; Tarigan, Johannes; Bakar, Badarol Hisham Abu; Nursyamsi, Nursyamsi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14249

Abstract

Penggunaan beton sebagai bahan konstruksi telah menjadi lazim di era saat ini. Meskipun begitu, kerusakan pada struktur beton bertulang, terutama pada struktur kolom, tidak dapat dihindari. Hal ini seringkali disebabkan oleh gempa bumi dan beban yang melebihi daya dukung bangunan. Indonesia, sebagai negara yang terletak di wilayah rawan gempa, membutuhkan struktur bangunan yang kuat dan tahan gempa. Oleh karena itu, perbaikan struktur beton bertulang yang rusak menjadi suatu kebutuhan mendesak dalam industri konstruksi di Indonesia. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan dan masa pakai struktur beton bertulang adalah penggunaan Ultra-High Performance Fiber-Reinforced Concrete (UHPFRC). Meskipun telah diakui sebagai bahan konstruksi yang berkembang, implementasi UHPFRC dalam struktur bangunan masih memerlukan konsep desain baru dan penerapan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas UHPFRC dalam memperkuat kolom beton bertulang yang rusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lapisan UHPFRC pada kolom beton bertulang meningkatkan beban maksimum yang dapat ditanggung oleh struktur. Dengan variasi ketebalan lapisan UHPFRC, terlihat bahwa peningkatan kekuatan mencapai 57,05%, 11,62mm pada CC-0; 114,58%, 14,58mm pada RCS-1; dan 269,54%, 20,59mm pada RCS-2 dibandingkan dengan kolom kontrol. Hasil ini memberikan indikasi bahwa perbaikan struktur beton bertulang dengan menggunakan UHPFRC merupakan solusi yang potensial dalam memperkuat kolom di daerah rawan gempa.
HDPE Plastic Waste as a Fine Aggregate Substitute in the Production of CLC Lightweight Bricks: An Experimental Study Mg, Taufiqurrahman; Nursyamsi, Nursyamsi; Tarigan, Johannes; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.61290

Abstract

This study aims to examine the utilization of High-Density Polyethylene (HDPE) plastic waste as a partial substitute for fine aggregate in the manufacture of Cellular Lightweight Concrete (CLC) lightweight bricks. The method used is a laboratory experiment with variations in the addition of HDPE of 0%, 5%, 10%, and 15% to the CLC mixture. Each variation was tested to determine the compressive strength, dry unit weight, and water absorption capacity after curing for 28 days. The results showed that the addition of HDPE affected the mechanical characteristics of lightweight bricks. The compressive strength decreased with increasing HDPE percentage, where the highest value was recorded at the 0% HDPE variation of 1.16 MPa and the lowest at the 15% variation of 0.92 MPa, below the SNI 8640-2018 standard. The highest dry unit weight was achieved at a composition of 5% HDPE of 3.32 kg/m³, indicating optimal density. However, the addition of HDPE also increased water absorption, with the highest average of 25.08% at the 15% variation. Thus, the use of HDPE waste as a substitute material shows environmentally friendly potential, but needs to be optimized so as not to reduce the structural quality of CLC lightweight bricks.
Faktor Penyebab Keterlambatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Lingkungan Balai Besar Jalan Nasional Sumatera Utara Girsang, Arisman; Mulia, Ahmad Perwira; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Bakara, Ricky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63160

Abstract

Keterlambatan pengadaan tanah merupakan tahap krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, karena keterlambatan pada tahap ini dapat menghambat jadwal konstruksi dan meningkatkan biaya proyek. Di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, proses pengadaan tanah masih menghadapi berbagai kendala administratif, kelembagaan, dan sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan pengadaan tanah, menentukan bobot pengaruh setiap faktor secara matematis menggunakan metode Importance Index, serta merumuskan strategi mitigasi untuk percepatan prosesnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap empat kelompok responden---Owner, Stakeholder, Tim Appraisal, dan Pemilik Tanah---dengan total 35 indikator penyebab keterlambatan. Analisis dilakukan dengan menghitung Frequency Index (FI), Severity Index (SI), dan agregasi Importance Index (II) rerata kelompok. Hasil menunjukkan lima faktor dengan nilai II tertinggi: C2 (Koordinasi antar instansi memerlukan waktu, 60,79%), C1 (Perizinan dan rekomendasi lambat, 56,26%), H2 (Jumlah warga pemilik tanah banyak, 52,98%), H4 (Banyak pemilik tanah yang memiliki ekonomi rendah, 52,43%), dan H1 (Harga permintaan ganti rugi yang tinggi, 51,49%). Pembahasan menunjukkan bahwa hambatan kelembagaan dan sosial-ekonomi menjadi penyebab dominan. Strategi mitigasi difokuskan pada pembentukan task force lintas instansi, penyederhanaan birokrasi, digitalisasi data bidang tanah, dan sosialisasi publik yang transparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola kelembagaan dan pendekatan sosial berbasis kepercayaan menjadi kunci utama percepatan pengadaan tanah yang efisien, adil, dan berkelanjutan.
ANALISIS KINERJA JEMBATAN GANTUNG PEJALAN KAKI DENGAN MENARA BAJA DAN MENARA KOMPOSIT MELALUI ANALISIS NUMERIK BERBASIS PERANGKAT LUNAK Juni Indriani; Nurkhasanah Rina Puspita; Indi Rezki Uli Simanjuntak; Ricky Bakara; Agnes Br Manurung
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1773

Abstract

This study evaluates the structural performance of a Class I pedestrian suspension bridge using two pylon configurations steel and steel–concrete composite through numerical analysis with SAP2000. The design follows SE Menteri PU No.02/SE/M/2010, SNI 2833:2013, SNI 2833:2013, and SNI 1725:2016. The conceptual model is located at the Kampar River with a 100 m main span, 15 m side spans, and a 1.8 m width. Load cases include dead load, symmetric and asymmetric live loads, seismic loads for zone 4, and wind loads with a design speed of 35 m/s. Results show both models have similar structural responses, although the composite pylon provides higher stiffness. Results indicate that the structural responses of both models are very close, although the composite pylon exhibits higher stiffness. Differences in maximum deformation are minimal: 0.000034 m due to seismic loading, 0.000001 m due to wind, and 0.000003 m for girder deflection. Cable stresses also differ slightly, with values of 0.15 kN/m² for the main cables and 125.81 kN/m² for the backstays. Overall, the composite pylon is considered an efficient alternative for increasing stiffness without significantly altering the structural behavior.
The Influence of HR Management Quality on Improving the Performance of Contracting Companies in North Sumatra Moses Hasiholan Septian Tampubolon; Gina Cynthia Raphita Hasibuan; M. Ridwan Anas; Ricky Bakara
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i6.1136

Abstract

This research aims to determine the influence of the quality of human resource management on the performance of contractor companies in North Sumatra. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between the quality of human resources and the performance of contractor companies. A total of 24 respondents from 6 contractor companies were selected as samples using the probability sampling method. The research results show that there is an influence between the quality of human resources on company performance. This is proven by the results of the hypothesis test which shows the calculated t value of 10.785, exceeding the t table value of 2.074. Therefore, the null hypothesis is rejected, indicating that there is a significant influence between the quality of human resource management and the performance of contractor companies in North Sumatra. From the research results, it can be concluded that the quality of human resource management has a significant influence on the performance of contractor companies in North Sumatra 84.1%; the remaining 15.9% is influenced by other factors. Therefore, it is recommended to improve the quality of human resource management to improve the performance of contractor companies.
Effect of Compressive Strength and Tensile Strength Value on Fiber Concrete Using Bendrat Wire Fibers Yosia Clinton Purba; Johannes Tarigan; Nursyamsi Nursyamsi; Ricky Bakara
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 9 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i9.4627

Abstract

Concrete is a material used in modern construction and is a very important component in the manufacture of structures. Concrete has advantages, but also disadvantages, namely low tensile strength. To increase the tensile strength of concrete, fibers are added to the mix. One of the efforts made to increase the tensile strength of concrete is the addition of fibers to the fiber-concrete mixture. The purpose of this study is to examine the compressive strength and tensile strength values in fiber concrete if added with variations in fiber addition. An innovation in increasing the value of mechanical quantities in concrete is the use of bent wire fibers as a mixture in fiber concrete. This material is taken from former pieces in construction projects to connect steel reinforcement with Sengkang reinforcement and is also widely found in building shops. The fibers were also analyzed for microstructure using SEM (Scanning Electron Microstructure) tools. The length of this bent wire fiber is 13 mm with a diameter of 0.82 mm and has a minimum tensile strength value of 334.5 MPa. The variations in the addition of these bent wire fibers are 0%, 3%, 6%, and 9% of the total weight of the steel fiber. The soaking life of concrete is 7 days, 14 days, and 28 days. The results of this study show that the more variations in the addition of bent wire fibers, the compressive strength value of concrete and the tensile strength value of concrete will also increase. It can be seen that fiber concrete with an immersion life of 28 days with a variation of 9% added bent wire fiber has a maximum compressive strength value of concrete which is 63,645 MPa and a maximum value of tensile strength of 3,294 MP.