Perilaku etis karyawan sangat penting untuk menjaga kepercayaan, kualitas layanan, dan keberlanjutan organisasi, khususnya di organisasi jasa di mana karyawan berinteraksi erat dengan pelanggan dan pemangku kepentingan. Studi ini meneliti pengaruh kepemimpinan yang melayani dan iklim etis terhadap perilaku etis karyawan melalui peran mediasi identitas moral. Desain penelitian kuantitatif eksploratif digunakan yang melibatkan 250 karyawan dari berbagai organisasi jasa yang dipilih menggunakan pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan yang melayani dan iklim etis secara signifikan dan positif memengaruhi identitas moral dan perilaku etis karyawan. Identitas moral juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku etis karyawan dan muncul sebagai prediktor terkuat dalam model struktural. Lebih lanjut, identitas moral sebagian memediasi pengaruh kepemimpinan yang melayani dan iklim etis terhadap perilaku etis karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku etis dibentuk oleh interaksi antara praktik kepemimpinan, lingkungan etis organisasi, dan nilai-nilai moral yang diinternalisasi karyawan. Oleh karena itu, organisasi jasa harus memperkuat kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, mempertahankan standar etis yang konsisten, dan mendorong pengembangan moral karyawan untuk menumbuhkan perilaku etis yang berkelanjutan.